Megasuara.com – Jakarta, Fenomena perilaku seks dini di kalangan remaja semakin menjadi perhatian berbagai pihak, menyusul meningkatnya risiko kesehatan, psikologis, serta dampak sosial yang ditimbulkannya. Pakar kesehatan dan pemerhati anak menilai kurangnya edukasi serta pengawasan menjadi faktor utama yang mendorong remaja terjerumus dalam perilaku berisiko tersebut.
Data dari sejumlah lembaga kesehatan menunjukkan bahwa remaja yang melakukan hubungan seksual pada usia dini lebih rentan mengalami kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), serta gangguan kesehatan reproduksi. Kondisi ini kerap berujung pada putus sekolah dan tekanan mental yang berkepanjangan.
Psikolog anak dan remaja, dr. Rina Wulandari, menyebut bahwa kematangan emosional remaja belum sepenuhnya terbentuk. “Remaja belum siap secara mental untuk menghadapi konsekuensi dari hubungan seksual. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis seperti kecemasan, depresi, dan rasa bersalah,” ujarnya, Selasa (16/1).
Selain faktor biologis dan psikologis, lingkungan sosial dan pengaruh media digital turut berperan. Akses mudah terhadap konten pornografi serta minimnya literasi seksual yang sehat membuat remaja sering kali memiliki pemahaman yang keliru tentang seksualitas.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memberikan pendidikan karakter serta kesehatan reproduksi sejak dini. Edukasi yang tepat dinilai mampu membekali remaja dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Pemerhati pendidikan menilai pendekatan yang bersifat pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan larangan, tetapi juga dialog terbuka antara orang tua, guru, dan remaja. Dengan demikian, risiko perilaku seks dini dan dampak buruk yang menyertainya dapat ditekan.
Maraknya kasus seks dini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga, institusi pendidikan, dan negara secara bersama-sama.





