Megasuara.com – Jakarta, Bika Ambon dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Nusantara yang memiliki tekstur khas bersarang, aroma harum, serta rasa manis legit yang sulit ditandingi. Meski namanya mengandung kata “Ambon”, kue tradisional ini justru berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara, dan hingga kini tetap menjadi primadona di berbagai kesempatan.
Kue berbahan dasar tepung tapioka ini dipercaya telah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi buah tangan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan. Proses pembuatannya yang unik membuat Bika Ambon memiliki pori-pori menyerupai sarang lebah, hasil dari fermentasi ragi yang tepat.
Bahan Utama Bika Ambon
Untuk menghasilkan Bika Ambon yang lembut dan bersarang sempurna, berikut bahan yang perlu disiapkan:
-
200 gram tepung tapioka
-
200 gram gula pasir
-
4 butir telur
-
200 ml santan kental
-
1 sachet ragi instan
-
1 sdm tepung terigu
-
2 lembar daun jeruk
-
1 batang serai, memarkan
-
½ sdt kunyit bubuk (opsional, untuk warna)
-
¼ sdt garam
-
1 sdt vanili
Cara Membuat
-
Rebus santan bersama daun jeruk dan serai hingga harum, lalu dinginkan.
-
Aktifkan ragi dengan mencampurnya bersama tepung terigu, sedikit gula, dan air hangat. Diamkan hingga berbuih.
-
Kocok telur dan gula hingga larut, lalu masukkan santan, garam, vanili, dan kunyit.
-
Masukkan tepung tapioka dan larutan ragi, aduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil.
-
Diamkan adonan selama 2–3 jam agar proses fermentasi maksimal.
-
Panaskan loyang, tuang adonan, lalu panggang dengan api kecil hingga matang dan permukaan kering.
Menurut pelaku UMKM kue tradisional di Medan, kunci utama Bika Ambon terletak pada waktu fermentasi dan suhu pemanggangan. Api yang terlalu besar dapat membuat kue cepat gosong, sementara fermentasi yang kurang akan membuat sarang tidak terbentuk sempurna.
“Kesabaran adalah kunci. Kalau ingin sarangnya cantik, adonan harus benar-benar matang fermentasinya,” ujar Siti Rahma, pembuat Bika Ambon rumahan di Medan Timur.
Di tengah maraknya dessert modern, Bika Ambon tetap bertahan dan bahkan hadir dengan berbagai inovasi rasa seperti pandan, keju, cokelat, hingga durian. Namun, cita rasa klasik tetap menjadi favorit karena dianggap paling autentik.
Bika Ambon bukan sekadar kue, melainkan simbol kekayaan kuliner Indonesia yang diwariskan lintas generasi dan terus hidup di tengah masyarakat.





