Megasuara.com – Makassar, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang menabrak Gunung Bulusaraung saat melakukan pendekatan pendaratan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa pesawat mengalami penyimpangan dari jalur pendekatan standar. Pesawat seharusnya mengikuti rute navigasi Araja–Openg–Kabip sebelum mendarat di runway 21, namun justru keluar dari jalur dan bergerak ke arah kawasan pegunungan. Upaya pengendali lalu lintas udara untuk mengarahkan pesawat kembali ke jalur yang benar tidak membuahkan hasil sebelum kontak komunikasi terputus.
Tim SAR gabungan telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) di sekitar lokasi kejadian dan menyerahkannya kepada KNKT untuk dianalisis. Data dari kedua perangkat tersebut akan menjadi dasar utama dalam merekonstruksi kronologi kecelakaan.
Selain faktor teknis dan operasional, KNKT juga mempertimbangkan kondisi cuaca. BMKG melaporkan adanya awan cumulonimbus di sekitar jalur pendekatan pada saat kejadian. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi.
Proses evakuasi korban terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait, meski terkendala medan yang terjal dan kondisi cuaca. KNKT menegaskan hasil akhir penyelidikan akan dituangkan dalam rekomendasi keselamatan penerbangan.





