Megasuara.com – Makassar, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mempercepat persiapan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan ditemukan puingnya di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan. Langkah ini juga mencakup panggilan resmi kepada keluarga korban untuk memulai proses pemeriksaan forensik dan pencocokan data antemortem.
Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Djuhandhani Raharjo Puro, menyatakan bahwa tim DVI dari Polda dan Mabes Polri kini dipusatkan di Rumah Sakit TNI AU Dodi Sarjito, Makassar. Tim akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk mempercepat identifikasi jenazah yang kemudian dicocokkan dengan data keluarga.
“Saat ini kami telah mengundang pihak keluarga untuk pemeriksaan lebih lanjut dan terus berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait dalam operasi SAR,” ujarnya.
Temuan puing pesawat menjadi titik penting dalam upaya pencarian. Serpihan pesawat yang diyakini berasal dari ATR 42-500 itu ditemukan oleh tim SAR gabungan dan pendaki di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, membuka kemungkinan lokasi utama kecelakaan setelah pesawat dikabarkan hilang kontak saat dalam pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu siang.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar membawa total 11 orang, yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Hingga kini, operasi SAR masih terus berjalan meski medan berat dan cuaca menantang menghambat upaya evakuasi.
Operasi ini melibatkan banyak unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, AirNav Indonesia, Paskhas, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Proses identifikasi korban oleh tim DVI menjadi fokus utama setelah ditemukan bagian-bagian pesawat di lokasi yang diperkirakan sebagai titik jatuhnya pesawat.
Perkembangan terbaru dan informasi resmi di lapangan akan terus disampaikan oleh pihak berwenang sesuai dengan hasil investigasi dan operasi yang sedang berlangsung.





