Megasuara.com – Beijing, Pemerintah China memutuskan untuk tidak memberikan penjelasan mendalam mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian Gaza yang baru dibentuk oleh Amerika Serikat, meskipun telah menerima undangan resmi dari Washington. Sikap tersebut mencerminkan kehati-hatian Beijing dalam menyikapi konstelasi politik internasional yang rumit di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa pihaknya merasa telah memberikan tanggapan yang cukup terkait isu Dewan Perdamaian Gaza dan tidak melihat urgensi untuk menambahkan pernyataan lanjutan dalam konferensi pers yang digelar di Beijing. Ia juga tidak memberikan kepastian mengenai apakah China akan menerima undangan tersebut maupun kesediaannya memenuhi persyaratan keanggotaan, termasuk kewajiban kontribusi pendanaan dalam jumlah besar.
Inisiatif pembentukan Dewan Perdamaian Gaza digagas oleh Presiden Amerika Serikat dan secara resmi ditandai dengan penandatanganan piagam di Davos, Swiss, pada akhir Januari 2026. Dewan ini dirancang sebagai forum yang melibatkan sejumlah negara guna merumuskan pendekatan baru dalam upaya penyelesaian konflik serta proses pemulihan wilayah Gaza yang terdampak perang berkepanjangan.
Konsep yang diusulkan meliputi pembentukan pemerintahan internasional sementara, penempatan pasukan untuk menjaga stabilitas, serta kerja sama koordinatif dengan negara-negara anggota. Namun demikian, sejumlah negara Eropa masih menunjukkan sikap ragu, bahkan sebagian memilih menolak bergabung karena menilai struktur, mandat, dan peran dewan tersebut belum dijelaskan secara komprehensif.
Pandangan China terkait konflik Gaza tidak hanya tercermin dari sikapnya terhadap pembentukan dewan ini. Sebelumnya, Beijing secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap penyelesaian damai melalui solusi dua negara sebagai jalan yang adil dan berkelanjutan bagi konflik Palestina–Israel. Dalam berbagai forum internasional, China juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina serta peran kerja sama multilateral dalam menghentikan kekerasan. Keputusan China untuk bersikap menahan diri terhadap Dewan Perdamaian Gaza menunjukkan upaya Beijing dalam menjaga keseimbangan hubungan internasionalnya, sekaligus memastikan bahwa setiap keterlibatan global dilakukan secara proporsional tanpa memicu ketegangan baru, baik di ranah diplomatik maupun geopolitik.





