Megasuara.com – Jakarta, Perusahaan perangkat lunak manajemen teknologi informasi (TI) global ManageEngine semakin memperkuat kehadirannya di kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari strategi ekspansi yang fokus menangkap peluang transformasi digital yang pesat di wilayah ini.
Permintaan akan solusi pengelolaan TI modern yang efisien terus meningkat seiring organisasi dari berbagai sektor termasuk perbankan, pendidikan, pemerintahan, hingga layanan kesehatan mempercepat adopsi cloud, kecerdasan buatan, dan sistem keamanan siber. Kondisi ini mendorong ManageEngine untuk memperluas dukungan dan jaringan mitra di sejumlah negara ASEAN.
Vice President of Revenue Operations ManageEngine, Arun Kumar, mengatakan bahwa transformasi digital di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan namun tetap menghadapi tantangan seperti keterbatasan talenta TI dan kompleksitas infrastruktur. Karena itu, perusahaan fokus menyediakan solusi yang mudah diimplementasikan untuk tim TI, khususnya di organisasi dengan sumber daya terbatas. “Tim TI kini dituntut tidak hanya untuk menjaga sistem tetap berjalan, tetapi juga memastikan keamanan dan ketahanan infrastruktur digital yang semakin kompleks,” ujar Arun Kumar di sela-sela acara Leadership Session ManageEngine Day 2026.
Strategi pertumbuhan ManageEngine di kawasan ini mencakup penguatan ekosistem kanal mitra, membangun tim lokal di pasar utama, serta meningkatkan layanan pelatihan dan dukungan teknis untuk pelanggan. Inisiatif ini juga sejalan dengan target perusahaan untuk terus meningkatkan pangsa pasar di Asia Tenggara yang diperkirakan mencatat pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, perluasan jaringan mitra seperti kolaborasi dengan distributor lokal di Thailand memperkuat kemampuan ManageEngine untuk menjangkau lebih banyak organisasi yang memerlukan teknologi IT management serta keamanan siber yang terintegrasi. Dengan tren digitalisasi yang terus berkembang di Asia Tenggara, hadirnya solusi terkelola berbasis AI dan otomatisasi diperkirakan akan menjadi kunci dalam membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional dan respons terhadap risiko siber di masa mendatang.