Megasuara.com – Aceh, Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin mengintensifkan pergerakan bersama masyarakat untuk mempercepat pemulihan wilayah-wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor. Upaya ini dilakukan menyusul bencana hidrometeorologi berupa badai besar yang melanda sejumlah kawasan di Aceh pada akhir tahun lalu dan meninggalkan kerusakan cukup luas.
Sejak awal pekan, prajurit TNI bersama warga setempat terlihat bahu-membahu membersihkan rumah, ruas jalan, serta berbagai fasilitas umum yang tertutup lumpur tebal dan material sisa bencana. Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, alat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat longsoran. Sementara di wilayah lain, personel TNI membantu membersihkan saluran air dan drainase guna meminimalkan risiko banjir susulan.
Komandan satuan tugas TNI di wilayah tersebut menyampaikan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam percepatan pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memulihkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga dalam waktu yang lebih singkat dari perkiraan awal. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih dan aman,” ujarnya.
Selain fokus pada pembersihan lingkungan, personel TNI juga terlibat aktif dalam membantu pembangunan kembali rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor. Di Pidie Jaya, puluhan rumah dibersihkan dari sisa lumpur dan puing, sementara personel lainnya membantu memindahkan material bangunan yang masih dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.
Kehadiran TNI di lokasi terdampak mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa terbantu dan kembali bersemangat setelah menerima pendampingan langsung dari prajurit. Seorang warga desa mengatakan bahwa dukungan TNI memberikan harapan baru bagi keluarga yang sebelumnya sempat dilanda keputusasaan akibat bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Aceh tercatat sebagai salah satu dari tiga provinsi di Pulau Sumatra yang mengalami dampak bencana paling signifikan. Hingga awal Februari, ribuan warga dilaporkan terdampak langsung, dan proses pemulihan masih terus berlangsung di berbagai wilayah.
Upaya terpadu antara TNI dan masyarakat ini menjadi bagian dari rangkaian langkah pemerintah dalam memulihkan kondisi Aceh secara menyeluruh pascabencana. Pembersihan permukiman, perbaikan infrastruktur vital, serta pembukaan kembali akses yang terputus menjadi prioritas utama agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.




