Megasuara.com – Lumajang, Semeru senin malam menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat lagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa letusan terkini menghasilkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak gunung. Kejadian ini dicatat terjadi pada sekitar pukul 18.30 WIB. Tingginya kolom abu diamati menjulang di atas kawasan puncak Semeru yang mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut.
Petugas pengamatan menyatakan aktivitas abu vulkanik terlihat dengan jelas dari pos pantau. Abu vulkanik yang terangkat terlihat berwarna putih hingga kelabu. Arah pergerakan abu ini condong ke utara dengan intensitas sedang, sebagaimana laporan resmi yang diterima. Kondisi itu mengindikasikan bahwa gunung api tertinggi di Pulau Jawa masih terus aktif dan memancarkan materi vulkanik secara berkala.
PVMBG menegaskan bahwa Gunung Semeru hingga kini berada pada status Level III (Siaga) untuk ancaman vulkanik. Dalam kondisi seperti ini, badan mitigasi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar lereng gunung. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari kawah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi dampak material vulkanik yang meluncur dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari area tepi sungai dalam radius 500 meter dari sungai besar di sekitar lereng. Larangan ini diberlakukan karena daerah tersebut rawan terkena lahar dingin atau guguran material panas yang bisa mengikuti alur sungai turun jauh dari sumber letusan. Pusat Vulkanologi menekankan bahwa setiap aktivitas di sekitar aliran sungai kecil juga perlu dihindari karena berpotensi terdampak guguran lava atau lahar.
Pihak berwenang telah memperkuat sistem peringatan dini dengan pemasangan CCTV dan sirine untuk membantu deteksi dini terhadap perubahan cepat aktivitas vulkanik. Warga desa di bawah jalur aliran material gunung diimbau selalu waspada dan mengikuti panduan keselamatan yang diberikan oleh BPBD serta PVMBG.
Kejadian ini menunjukkan bahwa Semeru tetap aktif secara berkala dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat dan pendaki diminta terus memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan ke kawasan lereng gunung.





