Megasuara.com – Banten, Ribuan ikan ditemukan mati mengambang di Sungai Cisadane, Tangerang, setelah limbah pestisida mengalir dari lokasi kebakaran gudang di Tangerang Selatan pada awal pekan ini. Pencemaran ini memicu kekhawatiran warga dan imbauan serius dari aparat serta pemerintah daerah agar tidak mengonsumsi ikan yang terpapar bahan kimia berbahaya.
Peristiwa bermula saat kebakaran besar terjadi di gudang penyimpanan pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan Setu, Kota Tangerang Selatan. Air pemadaman bercampur dengan sisa bahan kimia mengalir ke anak Sungai Cisadane, yakni Sungai Jeletreng, kemudian menyebar ke aliran utama. Akibatnya, air sungai berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat.
Kondisi ini berdampak langsung pada ekosistem sungai. Ikan dari berbagai jenis, seperti nila, lele, dan mujair, ditemukan mati secara massal di sepanjang aliran sungai yang tercemar. Jumlah ikan yang mati diduga mencapai ribuan ekor, sehingga pencemaran diperkirakan telah menyebar lebih dari 22 kilometer sejak titik awal kejadian.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menyatakan bahwa warga tidak boleh memancing atau mengonsumsi ikan dari sungai yang tercemar tersebut. Polisi bersama instansi terkait terus memantau situasi dan memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat di bantaran sungai.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk mengambil dan mengolah ikan yang terpapar limbah. Wali Kota menegaskan bahwa ikan yang mati kemungkinan mengandung residu pestisida berbahaya yang dapat mengakibatkan keracunan jika dikonsumsi. Larangan ini berlaku hingga hasil uji laboratorium air dan ikan dinyatakan aman.
Selain melarang konsumsi ikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan pengujian mendalam terhadap air sungai dan spesimen ikan untuk mengetahui kadar bahan berbahaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dan penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi.
Sejumlah warga mengaku prihatin atas kejadian ini. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera menangani pencemaran agar sungai kembali aman dan sumber kehidupan masyarakat di sekitar dapat pulih. Evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan bahan berbahaya di kawasan industri juga diminta oleh komunitas lingkungan.
Pencemaran Sungai Cisadane menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap gudang bahan berbahaya. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah demi menjaga keselamatan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, DPRD DKI Jakarta mempercepat program bank sampah untuk menekan beban TPST Bantargebang….

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap kedaulatan wilayah udara nasional. Penegasan ini…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan elpiji nonsubsidi tetap aman. Kepastian ini…

Megasuara.com – Jakarta, Indonesia terus mempercepat langkah strategis menuju keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and…

Megasuara.com – Jakarta, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak menerima gugatan terkait pernyataan Fadli Zon…
