Suami di Grobogan Belah Rumah Usai Rujuk Ditolak - Megasuara.com

Suami di Grobogan Belah Rumah Usai Rujuk Ditolak

pria di grobogan

Megasuara.com – Grobogan, Warga Grobogan digegerkan oleh video yang beredar luas tentang seorang suami yang membelah rumahnya sendiri menjadi dua bagian. Aksi ini bermula setelah pria itu gagal mendapatkan restu rujuk dari istrinya. Videonya sempat viral dan menjadi perbincangan di masyarakat.

Peristiwa terjadi di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam video, tampak pria tersebut menggunakan gergaji mesin untuk memotong meja kayu dan perabot rumah tangga. Ia juga mengerahkan sejumlah pekerja untuk memotong bagian bangunan rumah berbentuk limasan menjadi dua bagian.

Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, menyatakan bahwa keretakan hubungan rumah tangga menjadi pemicu aksi tersebut. Petugas desa sebelumnya sudah mencoba memediasi pasangan suami istri ini di Balai Desa. Upaya itu tidak mencapai kesepakatan damai karena istri tetap ingin berpisah secara resmi di pengadilan.

Menurut Wahyu, pihak suami sempat menawarkan maaf dan bersedia untuk memperbaiki hubungan asalkan sang istri tidak mengulang perselisihan tersebut. Namun, respons dari istri tetap pada keinginan perceraian, sehingga situasi semakin memanas. Ia menambahkan bahwa aksi membelah rumah dilakukan setelah mediasi mengalami kebuntuan.

Kepala Dusun Sambong, Bambang Irawan, juga turut meluruskan beberapa spekulasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa isu perselingkuhan tidak dapat dikonfirmasi sebagai penyebab utama. Menurutnya, narasi yang berkembang di media sosial tidak memuat informasi dari sumber yang akurat. Bambang juga mengingatkan warga agar tidak cepat menyimpulkan tanpa data lengkap.

Situasi rumah yang dibelah menjadi dua ini kemudian menarik perhatian warganet. Banyak orang yang menyayangkan cara dramatis tersebut untuk menyelesaikan suatu konflik rumah tangga. Namun, ada pula komentar yang memahami tindakan itu sebagai wujud ekspresi emosi atas situasi yang dialami oleh suami.

Kisah ini kian menjadi peringatan khususnya bagi masyarakat akan pentingnya untuk  komunikasi dan pemahaman dalam berumah tangga saat ini. Mediasi dan penyelesaian akan ini masalah oun akhirnya melalui jalur hukum tetap lebih dianjurkan dibanding tindakan ekstrem seperti yang terekam dalam video viral tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *