Megasuara.com – Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur kembali memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek 2026 dengan menggelar Festival Pecinan yang digelar sejak tanggal 14 Februari hingga 17 Februari 2026. Festival ini menghadirkan beragam atraksi budaya khas Tionghoa yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.
Acara yang menjadi puncak perayaan Imlek di kawasan wisata budaya ini menampilkan atraksi barongsai sebagai hiburan utama. Pertunjukan seni tradisional tersebut mampu menarik ratusan pengunjung yang antusias menyaksikan gerakan dinamis para pemainnya. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Wushu Dance sebagai bentuk seni bela diri khas Tiongkok yang dipadukan dengan tarian koreografis.
Dalam acara ini, pengelola TMII juga menghadirkan Bian Lian atau pertunjukan topeng cepat yang menjadi daya tarik tersendiri karena tampilannya yang unik serta penuh warna. Beragam sajian kuliner bertema Imlek juga tersedia di area festival. Menu seperti bakmi dan gohyong menjadi favorit pengunjung yang datang bersama keluarga atau teman.
Pengelola festival sangat memastikan seluruh makanan yang dijual telah melalui proses seleksi sehingga terjamin halal dan aman dinikmati. Seluruh kegiatan di Festival Pecinan dirancang agar inklusif dan dapat dinikmati semua pengunjung tanpa memandang latar belakang budaya maupun agama.
Untuk menggiatkan para kunjungan wisata budaya, TMII pun juga menyuguhkan rangkaian acara seperti tarian Kecak, Bali dan pertunjukan Dancing Fountain di sore hari. Dancing Fountain ini menjadi penutup pada acara yang ditunggu-tunggu karena menggabungkan permainan air, cahaya, dan musik yang memikat ditontonan para pengunjung.
Manajemen TMII menargetkan sekitar 50 ribu pengunjung selama pekan Imlek berlangsung. Hingga hari terakhir, capaian tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen dari target. Berbagai program hiburan dan promo tiket telah dipromosikan lewat media sosial untuk menarik lebih banyak masyarakat datang ke festival.
Festival Pecinan yang dilaksanakan di TMII ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Imlek kepada publik luas serta meningkatkan minat wisatawan terhadap wisata budaya Indonesia.





