Megasuara.com – Jakarta, Beberapa negara penting mengecam serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Rusia menyatakan aksi tersebut sebagai agresi bersenjata yang direncanakan tanpa provokasi terhadap negara yang berdaulat. Pemerintah Moskow menilai tindak ini berisiko menimbulkan bencana kemanusiaan, ekonomi, dan potensi kerusakan radiologi yang luas di kawasan. Rusia juga menyerukan penghentian serangan dan kembali ke jalur diplomasi guna menenangkan situasi.
Perdana Menteri Malaysia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan itu. Ia menilai tindakan tersebut melemahkan upaya negosiasi yang tengah berlangsung dan bisa menarik negara lain ke dalam konflik yang sulit dikendalikan. Malaysia menegaskan agar semua pihak menghentikan permusuhan dan fokus pada dialog damai.
Sikap pemerintah China juga mengusung pesan kuat serupa. China meminta kedaulatan Iran dihormati serta keamanan dan integritas wilayahnya tidak dilanggar. Pernyataan China menekankan pentingnya penghentian tindakan militer serta dilanjutkannya upaya negosiasi untuk mewujudkan stabilitas yang lebih luas di wilayah tersebut.
Brasil turut mengecam serangan itu dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional. Pemerintah Brasil menyatakan Serangan terjadi di tengah proses negosiasi yang menurut mereka merupakan satu-satunya jalan menuju solusi damai. Brasil meminta semua pihak menahan diri dan menjunjung tinggi aturan hukum untuk melindungi warga sipil yang rentan.
Seruan dari negara-negara ini muncul setelah terjadi serangan udara bersama oleh pasukan AS dan Israel ke beberapa lokasi di Iran pada akhir Februari 2026. Insiden militer itu memicu kecaman luas dari berbagai negara yang menganggapnya sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dunia dan stabilitas regional.
Dalam beberapa pernyataan resmi, para pemimpin negara menyerukan agar konflik segera diakhiri dan semua pihak kembali ke meja perundingan. Mereka menegaskan bahwa diplomasi harus menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan perselisihan internasional. Ancaman eskalasi lebih jauh dapat merugikan jutaan warga sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan yang sudah lama dilanda konflik.
Ketegangan ini juga menarik perhatian Dewan Keamanan PBB, yang dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas krisis tersebut. Seruan akan perdamaian dan perlindungan warga sipil menjadi fokus utama dalam diskusi yang diharapkan menghasilkan langkah kolektif dari komunitas internasional.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Harapan baru muncul dari kawasan Timur Tengah setelah Iran dan Amerika Serikat…

Megasuara.com – Jakarta, Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, perhatian dunia tidak hanya tertuju pada persaingan…

Megasuara.com – Jakarta, Pendiri Microsoft, Bill Gates, menjalani pemeriksaan di hadapan anggota Kongres Amerika Serikat…

Megasuara.com – Jakarta, Filipina kembali menghadapi salah satu bencana alam paling mematikan tahun ini setelah…

Megasuara.com – Jakarta, Sebuah wawancara televisi yang semula berlangsung normal berubah menjadi peristiwa yang ramai…
