Megasuara.com – Jakarta, Kabar duka datang dari dunia pemerintahan dan akademik Indonesia. Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Jakarta pada usia 84 tahun. Sosok yang dikenal luas sebagai tokoh sipil berpengaruh di bidang pertahanan itu menghembuskan napas terakhir di rumah sakit di kawasan Pondok Indah.
Kepergian Juwono meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan politik dan kebijakan pertahanan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, ia juga berperan di berbagai posisi strategis lain, termasuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Negara Lingkungan Hidup di era sebelumnya.
Sepanjang kariernya, Juwono dikenal sebagai figur yang menjembatani dunia akademik dan kebijakan publik. Ia merupakan profesor hubungan internasional yang aktif mengajar dan berkontribusi dalam pengembangan pemikiran strategis Indonesia. Latar belakang akademiknya yang kuat, termasuk pendidikan di luar negeri, memperkaya perspektifnya dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang modern dan demokratis.
Peran penting lainnya terlihat ketika ia menjadi Menteri Pertahanan dari kalangan sipil pertama setelah puluhan tahun jabatan tersebut didominasi oleh militer. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia, khususnya dalam memperkuat supremasi sipil di tubuh negara.
Tidak hanya di dalam negeri, Juwono juga mengemban tugas sebagai duta besar Indonesia untuk Inggris. Dalam posisi tersebut, ia memperkuat hubungan bilateral sekaligus membawa perspektif Indonesia ke kancah internasional.
Rencananya, keluarga dan pemerintah akan memakamkan almarhum di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya bagi negara. Kepergiannya memicu duka mendalam dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, akademisi, hingga masyarakat luas yang mengenal kontribusinya.
Warisan pemikiran dan dedikasi Juwono Sudarsono di bidang pertahanan dan pendidikan akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Sosoknya mencerminkan perpaduan antara intelektualitas dan pengabdian, yang menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, DPRD DKI Jakarta mempercepat program bank sampah untuk menekan beban TPST Bantargebang….

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap kedaulatan wilayah udara nasional. Penegasan ini…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan elpiji nonsubsidi tetap aman. Kepastian ini…

Megasuara.com – Jakarta, Indonesia terus mempercepat langkah strategis menuju keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and…

Megasuara.com – Jakarta, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak menerima gugatan terkait pernyataan Fadli Zon…
