MEGASUARA.com – Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyampaikan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang baru pertama kali diselenggarakan secara nasional berjalan lancar dan melampaui target partisipasi. Meski bersifat tidak wajib, capaian keikutsertaan peserta didik jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) mencapai sekitar 97 persen dari total murid.
Mendikdasmen menjelaskan, TKA merupakan asesmen baru yang pendaftarannya dilakukan secara sukarela oleh peserta didik. Tingginya angka partisipasi tersebut dinilai sebagai capaian di luar perkiraan, mengingat waktu sosialisasi dan persiapan teknis yang relatif singkat.
“Ini merupakan capaian yang cukup mengejutkan karena sosialisasi dilakukan dalam waktu terbatas dan pelaksanaan teknisnya juga cukup singkat. Namun berkat sosialisasi yang masif dan kerja sama semua pihak, kesiapan murid di seluruh Indonesia sangat baik,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan TKA, mulai dari internal kementerian, PKHM, BSKAP, dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota, hingga organisasi profesi, organisasi pelajar, organisasi masyarakat penyelenggara pendidikan, serta media massa yang turut membantu sosialisasi.
Menurut Mendikdasmen, secara umum pelaksanaan TKA berlangsung lancar meskipun terdapat sejumlah kecil kendala di lapangan. Namun hal tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan.
“Dalam sebuah pelaksanaan besar tentu ada dinamika. Ibarat pertandingan sepak bola, ada kartu kuning, tapi bukan berarti pertandingannya harus dihentikan. Jumlah dan jenis permasalahan yang muncul sangat sedikit dan dapat dibahas lebih lanjut,” katanya.
Ia menegaskan bahwa TKA bukan sekadar program formalitas, melainkan asesmen yang disiapkan secara serius untuk menilai capaian akademik peserta didik SLTA dan menyampaikannya secara transparan kepada publik.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA sepenuhnya menggunakan Computer Based Testing (CBT) tanpa menggunakan kertas. Sebagian besar satuan pendidikan telah menggunakan fasilitas sendiri, meskipun ada juga yang berbagi sarana dengan sekolah lain demi memastikan CBT berjalan optimal.
Terkait jadwal, Mendikdasmen memastikan hampir seluruh pelaksanaan TKA berlangsung sesuai rencana. Penyesuaian jadwal hanya dilakukan pada kondisi tertentu, seperti gangguan listrik akibat kebijakan penyalaan bergilir di beberapa daerah, peserta yang sakit, siswa SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL), serta peserta didik di lembaga pemasyarakatan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar semua peserta mendapatkan kesempatan mengikuti TKA sesuai dengan kondisi dan kesiapan masing-masing,” pungkasnya.





