Megasuara.com – Tanggerang, Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sektor pertanian setempat. Data terbaru dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat bahwa hingga 27 Januari 2026, luas lahan persawahan yang terdampak mencapai sekitar 1.387 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 194,5 hektare sawah dipastikan gagal panen (puso) setelah terendam air dalam waktu lama.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa areal sawah yang mengalami puso tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Cisoka (terbesar), Panongan, Jayanti, dan Balaraja. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh intensitas curah hujan yang tinggi sehingga sungai dan badan air di wilayah itu mengalami meluap.
Selain lahan yang puso, ribuan hektare sawah lain di 16 kecamatan juga terdampak genangan air. Penyuluh pertanian bersama tim dari Kementerian Pertanian terus melakukan pendataan wilayah yang masih terendam dan kemungkinan tambahan lahan sawah yang terdampak.
Dalam upaya mengurangi kerugian petani, pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan berupa benih padi dan upaya rehabilitasi lahan yang terendam. Langkah ini diambil untuk membantu petani memulai kembali musim tanam setelah banjir surut.
Bupati Tangerang sebelumnya juga menyatakan bahwa ribuan warga di berbagai desa telah merasakan dampak langsung dari banjir, baik terhadap hunian maupun mata pencaharian mereka. Pemerintah daerah terus mengkoordinasikan upaya pemulihan bersama organisasi perangkat daerah terkait.




