Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah - Megasuara.com

Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah

Megasuara.com – Bandung, Bandung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah harian yang terus meningkat. Setiap hari, ribuan ton sampah muncul dari rumah tangga, pasar, dan usaha lokal di kota itu. Pemerintah Kota Bandung mencatat bahwa hampir 979 ton sampah per hari diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Angka ini merupakan rata-rata selama sebulan terakhir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan jumlah ritase truk pengangkut sampah mencapai sekitar 170 rit per hari, yang hampir memaksimalkan jatah yang diberikan.

Menurut dia, tingginya jumlah sampah hari ini menguji kapasitas layanan kebersihan di berbagai wilayah kota. Peningkatan volume terutama terlihat setelah tidak adanya pengiriman sampah pada hari Minggu, sehingga menyebabkan lonjakan pengiriman pada hari berikutnya.

Farhan menyatakan pengelolaan sampah dari sumber sangat penting. Langkah ini dilakukan supaya volume sampah yang menuju TPA tidak terus meningkat. Ia menekankan bahwa pemilahan, pengolahan, dan pengurangan di tingkat rumah tangga harus diperkuat.

Dampak dari tingginya aliran sampah terlihat di beberapa titik di Kota Bandung. Beberapa lokasi menunjukkan penumpukan sampah yang lebih besar dari biasanya. Cuaca hujan juga sempat menghambat operasi di lokasi pembuangan akhir, karena kondisi lahan menjadi licin dan menyebabkan antrean kendaraan.

Pemkot Bandung telah meluncurkan program baru bernama Gaslah, bertujuan membangun kesadaran pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat komunitas. Program ini melibatkan petugas yang ditempatkan di tingkat RW untuk mendampingi warga dalam memilah sampah organik dan non-organik.

Targetnya, lebih dari ribuan petugas aktif akan memulai tugas mereka pada awal Februari. Upaya ini diharapkan dapat menekan jumlah sampah yang langsung dibuang ke TPA.

Kota Bandung juga terus mengembangkan fasilitas pemrosesan di dalam kota seperti pengolahan berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Hal ini dilakukan supaya pengelolaan sampah tidak hanya terpaku pada pembuangan akhir dan agar limbah organik dan residu bisa dimanfaatkan lebih baik.

Meski demikian, tantangan masih ada. Pemerintah kota harus bekerja sama dengan masyarakat, sektor swasta, serta pemangku kepentingan lain supaya masalah sampah bisa diatasi secara menyeluruh. Kesadaran warga untuk memilah sampah sejak di rumah menjadi kunci penting agar beban TPA berkurang.

Dengan langkah ini, Bandung berharap bisa mengurangi tekanan pada TPA dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *