Kronologi Kasus 5 Karyawan Ekspedisi di Sunter - Megasuara.com

Kronologi Kasus 5 Karyawan Ekspedisi di Sunter

CCTV

Megasuara.com – Jakarta, Kronologi sebuah video yang memperlihatkan lima karyawan ekspedisi di gudang kawasan Sunter, Jakarta Utara, menjadi viral dan memicu spekulasi tentang dugaan penyekapan. Video tersebut menampilkan pria-pria yang terlihat lemas dan di dalam ruangan tertutup, sehingga banyak netizen menduga mereka disekap oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Kanit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, menyampaikan hasil penelusuran polisi atas viralnya video itu. Ia menjelaskan bahwa informasi awal datang dari keluarga salah satu karyawan melalui saluran telepon call center Polri 110. Polisi kemudian merespons laporan tersebut dan mendatangi lokasi kejadian sesuai laporan akurat yang diterima.

Begitu tiba di tempat dugaan terjadi penyekapan, polisi menemukan suasana berbeda dari narasi di media sosial. Handam mengungkapkan bahwa kelima karyawan memang berada dalam pengawasan pihak internal perusahaan. Namun fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa ruang kerja itu adalah area terbuka yang tidak terkunci. Mereka bebas keluar dari ruangan kapan pun.

Menurut Handam, para karyawan sedang dimintai klarifikasi terkait masalah internal perusahaan mulai dari dugaan penggelapan barang konsumen hingga kewajiban pertanggungjawaban. Pihak manajemen ekspedisi, keamanan internal, dan yang bersangkutan terlibat dalam proses tanya jawab tersebut. Ia menegaskan bahwa polisi tidak menemukan bukti adanya tindakan paksa yang mencabut kebebasan para pekerja.

Video tersebut sebelumnya diposting dan dibagikan secara luas di platform media sosial dengan narasi bahwa lima kurir ekspedisi disekap oleh pihak perusahaan dalam gudang rapat tanpa akses komunikasi. Dalam rekaman itu, salah satu pria sempat menyatakan bahwa mereka tidak boleh keluar dan tidak diberi telepon seluler maupun makanan selama periode tertentu.

Namun, berdasarkan temuan polisi di lokasi, kendaraan keluar masuk dan ruang kerja tidak terkunci. Hal ini menandakan informasi yang beredar sejauh ini tidak sepenuhnya akurat atau telah berlebihan. Pihak kepolisian juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk melakukan penyelidikan jika ditemukan unsur pelanggaran hukum lainnya.

Sementara itu, manajemen ekspedisi belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut hingga berita ini disusun. Polisi berharap seluruh pihak dapat menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, mengingat dampak yang ditimbulkan bisa menimbulkan keresahan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *