Megasuara.com – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memaparkan inisiatif baru yang dinamakan “gentengisasi nasional” dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor hari ini. Prabowo menyatakan, program ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang ia luncurkan untuk mempercantik permukiman di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa sebagian besar rumah di Indonesia saat ini masih memakai atap seng. Ia menilai bahan ini kurang ideal karena mudah membuat suhu ruang panas dan cepat terkorosi karat. Pemimpin negara itu kemudian menekankan bahwa penggunaan genteng tanah liat akan membuat rumah lebih sejuk dan perumahan lebih rapi secara visual.
“Saya ingin semua atap rumah di Indonesia memakai genteng. Program yang kami dorong ini adalah gerakan gentengisasi seluruh negeri,” ujar Prabowo kepada para kepala daerah yang hadir. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk turut serta dalam pelaksanaan proyek ini agar kota, kecamatan, dan desa tampil lebih indah.
Prabowo menyebut bahwa bahan baku genteng relatif terjangkau. Pembuatan genteng nantinya akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pusat produksi. Rencananya, koperasi ini akan didukung dengan pabrik genteng lokal di setiap wilayah.
Menurutnya, genteng bisa diproduksi dari tanah liat yang dicampur dengan limbah industri tertentu agar tetap ringan dan kuat. Metode semacam ini juga dianggap bisa mengurangi limbah material yang ada di lingkungan.
Prabowo menegaskan bahwa perubahan atap ini bukan sekadar soal estetika. Ia melihat gentengisasi bisa mendorong kenyamanan hidup masyarakat karena genteng mampu menurunkan panas dalam rumah dibanding seng. Selain itu, ia berharap program ini membuka lapangan kerja baru melalui produksi genteng di desa dan kelurahan.
Target waktu yang disampaikan Prabowo cukup ambisius. Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, hampir seluruh permukiman di Indonesia akan berhasil melakukan pergantian atap dari seng ke genteng. Ia pun memotivasi kepala daerah dengan menyatakan, “Bersama kita bisa menjadikan lingkungan lebih bersih, lebih indah, dan lebih nyaman untuk ditinggali.”
Program gentengisasi ini juga dilihat sebagai langkah konkret pemerintah dalam membangun identitas visual permukiman yang lebih baik. Tidak hanya itu, inisiatif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kegiatan pembangunan lain yang fokus pada keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.





