Megasuara.com – Solo, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyelenggarakan peringatan 100 hari wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada Minggu, sesuai agenda yang telah ditetapkan. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman utama keraton sejak pagi hari dan dihadiri ribuan warga, keluarga besar keraton, serta sejumlah tokoh budaya yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang raja.
Rangkaian peringatan diawali dengan doa bersama dan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh alim ulama setempat. Suasana khusyuk menyelimuti area keraton, terlebih saat nama Pakubuwono XIII disebut dalam doa. Banyak warga Solo dan daerah sekitar hadir mengenakan busana adat Jawa, seperti batik dan kebaya, mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi. Seluruh peserta tampak tertib dan mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.
Selain keluarga keraton, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, hingga para pelajar. Kehadiran lintas generasi tersebut menunjukkan besarnya pengaruh Pakubuwono XIII di tengah masyarakat. Beberapa peserta terlihat membawa dan membagikan bunga sebagai simbol cinta, doa, serta penghormatan kepada almarhum.
“Beliau bukan hanya seorang raja, melainkan juga simbol persatuan budaya dan penjaga tradisi Jawa,” ujar salah seorang warga yang hadir. Pakubuwono XIII dikenal luas sebagai tokoh yang berkomitmen melestarikan kebudayaan Jawa sekaligus mempersatukan kembali keluarga besar keraton setelah melalui konflik suksesi yang panjang.
Prosesi peringatan semakin bermakna dengan digelarnya pentas seni tradisional. Para pemangku budaya menampilkan tarian klasik Jawa yang diiringi alunan gamelan. Musik gamelan yang mengalun lembut sepanjang acara menciptakan suasana sakral dan menjadi bentuk penghormatan terhadap raja yang semasa hidupnya sangat mencintai seni dan kebudayaan tradisional.
“Peringatan ini bukan sekadar mengenang sosok beliau, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen dalam melestarikan warisan budaya leluhur,” kata seorang budayawan. Acara kemudian ditutup dengan kirab sederhana menuju makam keluarga di dalam kompleks keraton, yang diikuti keluarga besar keraton, abdi dalem, serta tamu undangan.
Secara keseluruhan, peringatan 100 hari wafatnya Pakubuwono XIII berlangsung lancar dan tertib tanpa kendala berarti. Pihak keraton menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara tersebut. Mereka berharap nilai-nilai dan semangat yang diwariskan Pakubuwono XIII dapat terus hidup dan dijaga.
Masyarakat Solo pun menaruh harapan besar agar generasi penerus mampu melanjutkan perjuangan dalam menjaga tradisi dan budaya Jawa. Hubungan antara keraton dan masyarakat dinilai tetap harmonis, dengan adat istiadat keraton yang terus menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa, khususnya di Kota Solo.





