Kemendikdasmen Peragakan Dua Simulasi Pendidikan - Megasuara.com

Kemendikdasmen Peragakan Dua Simulasi Pendidikan

foto kemendikdasmen

Megasuara.com – Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan dua simulasi kebijakan pendidikan strategis dalam rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Pelaksanaan kedua simulasi tersebut berlangsung di Gedung Pusat Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

Simulasi pertama berfokus pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dirancang sebagai sarana sosialisasi bagi para pemangku kepentingan untuk memahami kerangka kebijakan serta tahapan teknis pelaksanaan asesmen. Dalam sesi ini, panitia menampilkan berbagai contoh soal secara langsung, mulai dari soal pilihan ganda hingga soal dengan tingkat kompleksitas tinggi. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh gambaran konkret mengenai mekanisme asesmen dan kompetensi yang akan diukur.

Sementara itu, simulasi kedua menampilkan penerapan digitalisasi pembelajaran di ruang kelas. Dalam demonstrasi ini, suasana kelas direkonstruksi dengan dukungan fasilitas teknologi modern, seperti papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP). Para peserta menyaksikan praktik pembelajaran berbasis teknologi yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium virtual, serta sistem evaluasi berbentuk gim interaktif selama sesi berlangsung.

Selain praktik pembelajaran digital, simulasi ini juga memperkenalkan penggunaan Blockly Games sebagai media pendukung pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial. Inisiatif tersebut dikembangkan untuk mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, logika, serta keterampilan pemecahan masalah pada peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan simulasi tidak hanya untuk menunjukkan capaian kebijakan pemerintah. Menurutnya, simulasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang nyata, terbuka, dan partisipatif bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu pihak terkait memahami kebijakan secara menyeluruh dan aplikatif, sekaligus menjadi wadah penyampaian masukan konstruktif.

Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah sendiri diikuti oleh berbagai unsur strategis, antara lain pimpinan Komisi X DPR RI, Komite III DPD RI, enam menteri dan kepala lembaga negara, serta ratusan kepala dinas pendidikan dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan organisasi profesi pendidikan serta mitra pembangunan pendidikan dari tingkat nasional hingga internasional.

Melalui penyelenggaraan dua simulasi kebijakan tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah kebijakan pendidikan nasional dengan kebutuhan riil di daerah. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan guna mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *