Psikolog Soroti Pentingnya Perkembangan Psikologis dalam Upaya Mencegah Perkawinan Anak - Megasuara.com

Psikolog Soroti Pentingnya Perkembangan Psikologis dalam Upaya Mencegah Perkawinan Anak

MEGASUARA.com – Jakarta, Seorang psikolog anak dan remaja menegaskan bahwa pernikahan pada usia anak tidak sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif, emosional, dan pembentukan identitas, sehingga praktik ini sebaiknya tidak dianjurkan.

Menurut Mariska Johana, M.Psi., Psikolog, anak dan remaja masih dalam tahap membangun jati diri, memperkuat peran sosial, serta mengembangkan kemampuan membuat keputusan. Di sisi lain, pernikahan menuntut keterampilan menghadapi konflik, memahami konsekuensi jangka panjang, serta tanggung jawab rumah tangga yang kompleks.

Mariska menjelaskan bahwa struktur otak yang bertanggung jawab dalam perencanaan, kontrol impuls, dan pengelolaan emosi baru matang sepenuhnya pada usia pertengahan dua puluhan. Ketidaksiapan ini membuat anak lebih sulit mengelola tekanan dan konflik, yang berpotensi menimbulkan masalah komunikasi, kecemasan, hingga hubungan yang tidak sehat.

Selain faktor neurologis, tekanan ekonomi, harapan sosial, serta dinamika keluarga juga bisa memperburuk stres dan risiko psikologis bagi anak yang menikah terlalu dini. Mariska menilai rendahnya pemahaman orang tua tentang tumbuh kembang anak, pendidikan, dan kesehatan reproduksi turut mendorong anak melihat pernikahan sebagai jalan keluar cepat menuju kedewasaan.

Untuk mencegah pernikahan anak secara efektif, Mariska menyarankan pendekatan menyeluruh seperti edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan literasi orang tua, penguatan komunikasi keluarga, serta akses luas terhadap pilihan masa depan di luar pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *