Cisadane Tercemar Pestisida - Megasuara.com

Cisadane Tercemar Pestisida

Cisadane tercemar

Megasuara.com – Tanggerang, Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa pencemaran pestisida di Sungai Cisadane berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Pernyataan ini disampaikan setelah adanya insiden tumpahan zat kimia berbahaya yang mengalir ke badan sungai dan menyebabkan beberapa kejadian mencemaskan.

Insiden bermula dari limpasan pestisida ke Sungai Cisadane, diduga akibat kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia di Tangerang Selatan. Material berbahaya itu kemudian terbawa aliran air dan menempuh jarak panjang di sungai, telah terlihat memengaruhi kualitas air dan kehidupan biota akuatik.

Menurut peneliti BRIN, salah satu risiko utama pencemaran ini adalah bioakumulasi dan biomagnifikasi residu pestisida dalam organisme air. Zat berbahaya tersebut mampu menumpuk dalam jaringan ikan dan organisme lain, kemudian berpindah ke predator yang lebih tinggi termasuk manusia yang mengonsumsi ikan dari sungai. Dampak jangka panjang dari paparan zat ini bisa menyebabkan efek kesehatan kronis.

Lebih lanjut, meskipun air permukaan sungai tampak jernih setelah beberapa waktu, racun dari pestisida dapat tetap tersimpan di sedimen dasar sungai. Racun ini berisiko terlepas kembali ke kolom air jika kondisi lingkungan berubah. Risiko muncul saat masyarakat melakukan kontak langsung dengan air melalui aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, atau menggunakan air untuk keperluan rumah tangga.

Paparan pestisida tertentu juga berpotensi menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, gangguan saraf, bahkan kematian tergantung tingkat paparan. Dalam jangka panjang, paparan berkelanjutan kemungkinan menimbulkan gangguan sistem endokrin, kerusakan organ, dan risiko karsinogenik.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, peneliti mengimbau pihak berwenang untuk sementara menghentikan pengambilan air baku PDAM di wilayah terdampak dan melakukan pemantauan kualitas air secara real-time. Edukasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan air sungai untuk konsumsi atau aktivitas lain sampai dinyatakan aman juga sangat penting.

Selain itu, strategi jangka panjang yang direkomendasikan mencakup penguatan pengawasan terhadap pelaku pencemaran, pengembangan sistem peringatan dini kualitas air berbasis sensor, diversifikasi sumber air baku, dan rehabilitasi zona riparian untuk mendukung kemampuan alami sungai menyaring polutan.

Peringatan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi Sungai Cisadane. Tidak hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai bagian ekosistem yang rentan terhadap dampak pencemaran industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *