Megasuara.com – Jakarta, Tiga negara besar yakni Iran, Rusia, dan China baru saja menggelar latihan militer angkatan laut bersama di perairan Selat Hormuz. Ketiga negara itu menyebut latihan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menjaga keamanan jalur perdagangan internasional yang strategis.
Latihan ini melibatkan sejumlah kapal perang dari masing-masing negara yang bergerak di perairan Selat Hormuz, rute pelayaran yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas global. Menurut pernyataan penasihat kepresidenan Rusia, Nikolai Patrushev, latihan tersebut bertujuan untuk membentuk kerja sama yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas maritim.
Dalam wawancara dengan media internasional, Patrushev menyatakan bahwa ketiga negara ingin menunjukkan kemampuan koordinasi mereka di laut. Dia menekankan pentingnya kerja sama maritim dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah di kawasan tersebut. Latihan ini juga dianggap sebagai respons terhadap apa yang disebut beberapa pejabat sebagai dominasi kekuatan luar oleh negara lain di kawasan laut.
Kegiatan militer ini dinamai Maritime Security Belt 2026. Nama tersebut mencerminkan fokus pada bidang keamanan jalur laut. Selat Hormuz menjadi titik penting karena jalur ini menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab melalui Selat Hormuz menuju Samudra Hindia. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute ekspor energi terbesar di dunia.
Latihan bersama tersebut juga dipandang sebagai pernyataan politik kedua belah pihak bahwa mereka bersedia saling mendukung dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan maritim. Meskipun tidak ada konfrontasi langsung, kehadiran kapal perang dari tiga negara kuat ini menarik perhatian komunitas internasional dan para pengamat geopolitik.
Gabungan latihan ini semakin memperkuat hubungan militer antara Iran, Rusia, dan China. Ketiga negara telah berpartisipasi dalam latihan serupa sebelumnya di wilayah perairan strategis dan latihan kali ini menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga rute pelayaran global tetap aman dan bebas dari gangguan.
Para analis internasional mengatakan bahwa latihan tersebut juga dapat mempengaruhi dinamika geopolitik kawasan Teluk yang selama ini menjadi pusat persaingan kekuatan besar. Implementasi kerja sama militer seperti ini bisa menjadi penanda bahwa negara-negara non-barat semakin aktif dalam menjaga keamanan laut yang selama ini didominasi oleh kekuatan barat.





