Megasuara.com – Jakarta, Harga minyak dunia diprediksi akan melonjak tajam setelah serangan udara besar oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terhadap Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Pelaku pasar memperkirakan lonjakan harga bisa mencapai level yang belum pernah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan militer ini menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat penting. Peristiwa ini mendorong kekhawatiran investor akan terjadinya konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut dapat mengganggu jalur distribusi minyak utama dunia, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi titik strategis transit energi global.
Menurut data dari indeks pasar energi, harga minyak mentah AS telah ditutup pada level lebih tinggi pada akhir pekan lalu. Pasar memperkirakan kemungkinan besar harga ini akan terus meningkat saat perdagangan dibuka pada awal pekan. Beberapa analis memperkirakan harga minyak mentah dapat menembus lebih dari USD 73 per barel dalam waktu dekat.
Kenaikan ini juga dipicu oleh sentimen global terhadap gangguan pasokan. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama bagi sekitar 20 persen total ekspor minyak dunia. Ketika jalur ini terganggu akibat risiko keamanan, kapal tanker memilih menghindari kawasan tersebut demi keselamatan awak kapal dan aset mereka.
Selain pasar minyak mentah, prediksi harga minyak Brent yang menjadi patokan internasional juga menunjukkan tren positif. Brent diperkirakan bisa mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan minyak mentah AS jika gangguan pasokan berlanjut. Kenaikan tahunan sudah terlihat sejak awal tahun, menunjukan tren permintaan global yang tetap kuat meskipun kondisi geopolitik memburuk.
Analis mengatakan faktor utama yang dapat menentukan arah harga selanjutnya adalah bagaimana lalu lintas kapal tanker kembali normal melalui jalur yang strategis tersebut. Jika gangguan berlanjut dalam jangka panjang, pasar akan beradaptasi dengan premium risiko yang lebih tinggi, sehingga harga minyak bisa terus meningkat.
Situasi geopolitik yang tidak stabil ini memberikan dampak yang luas ke berbagai sektor termasuk energi, transportasi, dan inflasi harga barang konsumsi di negara-negara importir minyak. Sejumlah negara kini tengah memantau dengan cermat perkembangan di kawasan tersebut agar bisa mengambil langkah antisipatif terhadap dampak ekonomi yang lebih luas.
Prediksi yang disampaikan oleh analis pasar ini berasal dari observasi perdagangan kontrak berjangka energi serta respons pasar terhadap risiko yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini terus menjadi sorotan pelaku industri dan pengamat ekonomi global karena potensi dampaknya terhadap harga energi secara luas.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Suasana pagi yang biasanya ramai di kawasan Malviya Nagar, New Delhi, berubah…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Iran mematangkan persiapan untuk menggelar prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali…

Megasuara.com – Jakarta, Wacana mundurnya Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan…
Megasuara.com – Jakarta, Washington kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui langkah yang menyasar aset…

Megasuara.com – Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan bahwa dirinya…
