Megasuara.com – Iran, Iran kembali meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah dengan melancarkan gelombang baru serangan rudal. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa serangan rudal dan drone terus berlangsung sebagai balasan atas serangan udara besar oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu muncul setelah sirene peringatan berbunyi di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan akibat serangan yang dilancarkan pada akhir pekan lalu.
IRGC menyebut gelombang ini sebagai “gelombang keenam” dan menargetkan sejumlah lokasi militer. Target yang disebutkan antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel, markas angkatan darat Israel, serta fasilitas industri militer di Tel Aviv. Militer Iran juga menegaskan bahwa serangan itu diarahkan ke pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk. Pernyataan resmi IRGC menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan sirene alarm itu “jadi hening” hingga tujuan strategis tercapai.
Serangan besar ini merupakan respons langsung atas operasi militer yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap sejumlah fasilitas di Iran pada 28 Februari 2026. Beberapa laporan internasional menyebut serangan udara itu memicu ledakan di ibu kota Teheran serta di beberapa kota besar lain di negara tersebut. Setelah serangan itu, negara-negara Teluk juga menjadi sasaran rudal Iran dalam beberapa gelombang.
Menurut laporan, sirene serangan udara sempat berbunyi di kota-kota di Israel, sementara sistem pertahanan udara Israel bekerja keras untuk mencegat rudal-rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Media internasional juga melaporkan penutupan sementara wilayah udara di sejumlah negara Teluk akibat potensi ancaman lanjutan.
Serangan Iran ini terjadi di tengah ketegangan yang semakin memuncak antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv. Hubungan antara Iran dan negara-negara Barat telah memburuk secara drastis setelah serangkaian serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel yang menurut Tehran melanggar kedaulatan negara. Pernyataan dari pemerintah Iran menyebut tindakan AS dan Israel sebagai agresi yang tidak dapat diterima dan menuntut penghentian serangan serta de-eskalasi konflik di kawasan.
Sejumlah analis internasional memperingatkan bahwa jika pihak-pihak yang terlibat tidak menahan diri, konflik ini berpotensi berubah menjadi perang yang lebih luas. Pihak PBB dan beberapa negara Eropa mendesak dialog dan penghentian aksi militer yang dapat memperburuk situasi kemanusiaan di Timur Tengah.
Dengan ketegangan yang belum mereda, masyarakat internasional terus memperhatikan bagaimana konflik ini bisa berlanjut dan apa dampaknya bagi stabilitas regional serta keamanan global.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Sebuah tragedi penembakan mengguncang wilayah Louisiana, Amerika Serikat. Peristiwa itu menewaskan delapan…

Megasuara.com – Jakarta, Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz terus memengaruhi arus pelayaran global. Namun,…

Megasuara.com – Jakarta, Tel Aviv kembali mengalami guncangan hebat akibat serangan intensif dalam konflik antara…

Megasuara.com – Jakarta, Persaingan global antara China dan Amerika Serikat kini memasuki babak baru yang…

Megasuara.com – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron memperkuat kemitraan strategis bilateral. Pertemuan…
