Megasuara.com – Jakarta, Sebuah video yang menampilkan seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi perbincangan di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, pria berseragam dinas itu disebut-sebut dalam kondisi mabuk setelah ditemukan berada di rumah warga di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Narasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam komentar dari warganet.
Namun, penjelasan resmi dari pihak terkait menyebut informasi yang telanjur beredar itu tidak sesuai fakta. Pihak Unit Pengelola Museum Bahari Jakarta memastikan pria dalam video tersebut merupakan salah satu pegawai mereka berinisial NS. Ia diketahui bekerja sebagai staf umum di lingkungan Museum Bahari.
Kepala Unit Pengelola Museum Bahari, Mis’ari, menegaskan bahwa dugaan NS mabuk akibat minuman keras maupun obat-obatan terlarang tidak benar. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran setelah video itu viral, termasuk mendatangi rumah pegawai yang bersangkutan dan berkomunikasi langsung dengan keluarganya untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, NS sedang menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Utara. Dalam beberapa hari terakhir, ia juga disebut mengalami kecemasan yang cukup berat. Kondisi kesehatan itulah yang diduga memengaruhi perilakunya hingga menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.
Pihak Museum Bahari menyesalkan munculnya narasi liar di media sosial yang langsung mengaitkan peristiwa tersebut dengan mabuk atau penggunaan zat terlarang tanpa verifikasi. Menurut mereka, penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya berpotensi merugikan pihak yang bersangkutan maupun keluarganya.
Mis’ari juga mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati sebelum menyebarkan video atau informasi yang belum jelas duduk perkaranya. Ia berharap publik tidak terburu-buru membuat kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar tanpa penjelasan lengkap.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selama bekerja di kantor, NS dikenal sebagai pegawai yang berperilaku baik dan menjalankan tugasnya secara normal. Rekan-rekan kerja juga tidak melihat adanya hal mencurigakan dalam kesehariannya. Bahkan, NS saat ini disebut tengah terlibat dalam program pengembangan budidaya ikan di kawasan museum.
Pihak kantor berharap masyarakat dapat memberikan dukungan moral dan doa agar kondisi NS segera membaik. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa tidak semua peristiwa yang viral di media sosial mencerminkan keadaan sebenarnya. Verifikasi tetap menjadi langkah utama sebelum menilai maupun menyebarkan sebuah informasi.





