Megasuara.com – Bogor, Aparat kepolisian membongkar aksi komplotan perampok yang menyiksa pasangan lansia di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi mengungkap bahwa para pelaku menggunakan hasil kejahatan mereka untuk membeli aset mewah seperti vila dan tanah.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa kelompok tersebut menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan di sejumlah daerah. Penyelidikan polisi menunjukkan komplotan ini telah beroperasi di puluhan lokasi berbeda di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Para pelaku bahkan memanfaatkan uang hasil kejahatan untuk membeli berbagai barang berharga, termasuk vila dan kebun.
Kasus yang menimpa pasangan lansia bernama Samah (66) dan Hamim (69) terjadi pada September 2025. Dalam peristiwa itu, pelaku mendatangi rumah korban lalu melakukan kekerasan untuk menguasai harta benda milik korban. Para pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga, antara lain sebuah mobil, sepeda motor, serta uang tunai puluhan juta rupiah.
Selain kendaraan, komplotan tersebut juga mengambil dokumen penting seperti buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Polisi mencatat kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah. Aksi brutal para pelaku bahkan menyebabkan salah satu korban mengalami gangguan kesehatan setelah mengalami penganiayaan.
Hasil penyelidikan menunjukkan kelompok ini beranggotakan enam orang. Polisi telah menangkap tiga orang tersangka berinisial M, E, dan K. Petugas menahan salah satu tersangka di wilayah Jawa Tengah karena keterlibatannya dalam kasus lain. Sementara itu, polisi masih memburu anggota komplotan lainnya yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kejahatan.
Polisi menyebut tersangka berinisial M sebagai otak dari rangkaian perampokan tersebut. Petugas menangkap M di wilayah Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, setelah melakukan pengembangan penyelidikan dari sejumlah laporan korban. Penangkapan ini membuka fakta bahwa kelompok tersebut telah menjalankan aksi kriminal di sekitar 50 tempat kejadian perkara (TKP).
Pengungkapan kasus ini sekaligus menunjukkan pola kejahatan yang terorganisasi. Para pelaku tidak hanya merampok, tetapi juga memanfaatkan hasil kejahatan untuk memperkaya diri dengan membeli aset bernilai tinggi. Polisi kini terus menelusuri aliran uang yang digunakan untuk membeli properti tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga lanjut usia yang tinggal di rumah. Aparat juga mengajak warga segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar agar tindakan kriminal dapat dicegah lebih dini.
Kasus ini masih terus dikembangkan. Polisi berupaya menangkap seluruh anggota komplotan sekaligus mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus serupa di berbagai daerah.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Kasus dugaan pelecehan di lingkungan kampus kembali menyita perhatian publik. Pihak kampus…

Megasuara.com – Bogor, Aksi kejahatan dengan modus menyamar sebagai penumpang ojek online kembali terjadi di…

Megasuara.com – Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mengajukan tuntutan baru…

Megasuara.com – Lampung, Seorang konten kreator perempuan berusia 20 tahun menjadi korban tindak kejahatan berat…

Megasuara.com – Jakarta, Rangkaian dokumen baru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali memperlihatkan…
