MEGASUARA.com – Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026) meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi sebagai bagian dari strategi pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar peserta didik seperti seragam, makanan, dan fasilitas asrama, sehingga kendala ekonomi tidak lagi menghambat proses belajar.
Pemerintah menargetkan operasional total 200 Sekolah Rakyat pada tahun 2026 agar dapat menjangkau lebih banyak anak di seluruh wilayah Indonesia. Program ini terintegrasi dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menekankan pemerataan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan sosial-ekonomi.
Berbeda dengan sekolah konvensional, Sekolah Rakyat fokus pada kelompok marginal, termasuk anak-anak di daerah terpencil, agar memiliki kompetensi setara dalam menghadapi tantangan global. Keberadaan sekolah ini juga melengkapi program pendidikan unggulan lainnya untuk menciptakan keseimbangan antara keadilan sosial dan daya saing bangsa.
Program Sekolah Rakyat dianggap sebagai langkah penting pemerintah dalam mengatasi kemiskinan sistemik yang sering kali bersifat turun-temurun karena keterbatasan akses pendidikan dan nutrisi





