Megasuara.com – China, Pemerintah China kembali mengambil tindakan tegas terhadap jaringan kriminal lintas negara yang berbasis di Myanmar. Empat orang terpidana mati dieksekusi oleh pengadilan setempat setelah dinyatakan bersalah atas serangkaian kejahatan berat. Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye besar untuk menumpas sindikat penipuan dan kejahatan terorganisir yang merugikan masyarakat luas.
Pengadilan Rakyat di Shenzhen, provinsi Guangdong, mengumumkan eksekusi terhadap empat terdakwa. Keputusan itu menyusul putusan sebelumnya yang menetapkan hukuman mati pada beberapa pemimpin mafia pada November tahun lalu. Kelompok ini dikenal sebagai bagian dari “keluarga Bai”, yang menjadi salah satu sindikat terbesar di kawasan perbatasan Myanmar–China.
Pengadilan menyatakan bahwa tindakan mereka mencakup penipuan telekomunikasi, pembunuhan berencana, penculikan, pemerasan, serta berbagai kejahatan lain yang membawa dampak serius pada korban. Selain itu, terdakwa juga dituduh terlibat dalam perdagangan dan pembuatan narkotika dalam jumlah besar.
Kelompok sindikat ini telah mengembangkan operasi di wilayah Kokang, utara Myanmar, di mana mereka mendirikan pusat-pusat scam yang menyasar korban internasional melalui penipuan romance scam dan investasi palsu hingga kriptokurensi. Korban ditarik untuk bekerja di lokasi tersebut. Banyak dari mereka mengalami perlakuan buruk dan kekerasan.
Menurut catatan pengadilan, kejahatan yang dilakukan kelompok tersebut telah merugikan korban hingga miliaran yuan dan bahkan menyebabkan kematian warga China dalam beberapa kasus. Mereka disalahkan atas setidaknya enam kematian serta berbagai luka pada warga lain.
Eksekusi ini terjadi hanya beberapa hari setelah China mengumumkan hukuman serupa terhadap sejumlah anggota sindikat lain yang beroperasi dari wilayah Myanmar dan negara Asia Tenggara lain. Beijing menegaskan bahwa tindakan keras ini menunjukkan komitmen negara itu dalam memberantas kejahatan lintas batas yang semakin terorganisir dan berbahaya.
Kampanye ini juga mencakup kerja sama dengan pemerintah negara tetangga untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum. Sejumlah ribuan tersangka telah ditangkap, diadili, dan dipulangkan dalam beberapa tahun terakhir di bawah kesepakatan regional. Upaya ini mendapat dukungan dari negara-negara yang juga terdampak oleh meningkatnya kejahatan digital dan penipuan internasional.
Pemerintah China menegaskan bahwa tindak kejahatan tersebut merupakan ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan keamanan nasional. Penindakan tegas seperti ini dianggap perlu untuk mencegah jaringan kriminal baru berkembang di kawasan Asia Tenggara.




