Megasuara.com – Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam Amerika Serikat (AS) dan Israel atas apa yang menurutnya menjadi penyebab di balik gelombang protes yang berubah menjadi kerusuhan berdarah di seluruh negeri, menewaskan ribuan orang dalam beberapa minggu terakhir. Tuduhan itu disampaikan dalam pidato yang disiarkan media resmi Iran pada Sabtu malam.
Dalam pernyataannya, Khamenei menuduh AS dan Israel terlibat langsung dalam kekerasan yang terjadi sejak protes yang dimulai pada akhir Desember 2025, yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi dan ketidakpuasan publik atas kondisi domestik. Ia menegaskan pihak-pihak yang disebutnya berafiliasi dengan kedua negara tersebut telah “membunuh beberapa ribu orang” dan menyebabkan kerusakan besar di fasilitas publik serta properti.
“Kami menganggap Presiden AS bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah yang ditimpakan pada bangsa Iran,” kata Khamenei, tanpa menyertakan bukti independen. Ia juga menyebut Presiden AS saat ini sebagai “kriminal” atas perannya dalam krisis.
Sementara itu, kelompok hak asasi yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan bahwa lebih dari 3.000 orang telah tewas selama bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran di berbagai kota Iran. Jumlah itu mencakup sebagian besar demonstran, sementara ribuan lainnya ditangkap dalam operasi besar-besaran oleh otoritas Iran.
Protes yang awalnya berakar pada perlambatan ekonomi dan kenaikan harga ini telah berkembang menjadi tantangan serius terhadap rezim yang telah lama berkuasa, dengan tuntutan yang semakin luas termasuk reformasi politik dan tuntutan perubahan kebijakan. Namun pemerintah Iran membantah tuduhan campur tangan asing dan menggambarkan aksi tersebut sebagai upaya “penghancuran yang diarahkan dari luar”.
Respons internasional terhadap kekerasan tersebut beragam, dengan beberapa negara menyerukan penyelidikan independen atas pelanggaran hak asasi manusia, sementara pihak lain menekan Tehran untuk membuka dialog dengan masyarakat sipil guna meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Analisis situasi menunjukkan bahwa meskipun tuduhan Khamenei mencerminkan narasi pemerintah Iran terkait keterlibatan kekuatan asing, angka pasti korban dan dinamika di lapangan masih sulit diverifikasi secara independen akibat pembatasan komunikasi dan kontrol informasi oleh otoritas setempat.



