Obama Ungkap Trump Terobsesi Padanya

Obama Ungkap Trump Terobsesi Padanya

Obama Ungkap Trump Terobsesi Padanya

Obama Ungkap Trump Terobsesi Padanya

Megasuara.com – Jakarta, Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menanggapi berbagai kritik yang masih sering dilontarkan Presiden Donald Trump terhadap dirinya, meskipun Obama telah lama meninggalkan Gedung Putih. Dalam wawancara di podcast All The Smoke bersama mantan pemain NBA Matt Barnes dan Stephen Jackson pada Rabu (24/6/2026), Obama menyebut bahwa Trump terlihat masih sering membahas dirinya hingga membuatnya bercanda bahwa dirinya seolah memiliki “ruang” khusus dalam pikiran Trump.

Obama mengatakan bahwa alasan di balik sikap tersebut hanya dapat dijelaskan oleh Trump sendiri. Ia menyampaikan bahwa perhatian berlebihan terhadap mantan presiden bukanlah hal yang pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai pemimpin AS. Menurutnya, saat menjadi presiden, ia lebih memilih berfokus menyelesaikan berbagai persoalan negara dibanding memikirkan komentar atau tindakan dari pendahulunya.

Ia menilai seorang pemimpin seharusnya mencurahkan perhatian pada tugas dan kebutuhan masyarakat, bukan terus membandingkan diri dengan pemerintahan sebelumnya. Menurut Obama, terlalu sering memikirkan pendahulu menunjukkan bahwa seseorang kurang fokus terhadap tanggung jawab yang sedang diemban.

Hubungan politik antara Obama dan Trump memang telah lama diwarnai perselisihan. Trump sebelumnya kerap mengkritik kebijakan Obama, mulai dari isu kelahiran Obama, kesepakatan nuklir Iran, hingga berbagai keputusan saat pemerintahannya. Baru-baru ini, Trump juga mengecam pembangunan Obama Presidential Center di Chicago dengan menyebutnya tidak menarik dan mengecewakan, bahkan sempat membagikan konten berbasis kecerdasan buatan yang menyindir gedung tersebut.

Sementara itu, Obama juga pernah memberikan sindiran tanpa menyebut nama Trump secara langsung dalam acara peresmian Barack Obama Presidential Center and Library. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat dibangun berdasarkan prinsip bahwa tidak ada pemimpin yang berada di atas hukum, karena negara tersebut berdiri atas kesetaraan seluruh warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *