Megasuara.com – Bonauli, Sejumlah penduduk di desa kecil Vrkolínec, yang terletak di kawasan pegunungan Slovakia tengah, baru-baru ini membuat permintaan yang tidak biasa: mereka berharap status Warisan Dunia yang diberikan oleh UNESCO kepada desa mereka dicabut. Permintaan ini muncul karena dampak tak terduga dari pengakuan internasional tersebut terhadap kehidupan sehari-hari warga desa.
Vrkolínec menempati daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1993 berkat bangunan tradisional Carpathian yang masih terpelihara. Desa ini pun menarik ribuan wisatawan dari berbagai negara setiap tahunnya. Namun, jumlah penduduk asli yang tinggal secara permanen kini menyusut drastis menjadi hanya 14 orang dari empat keluarga.
Para warga mengatakan bahwa aturan pelestarian yang diberlakukan untuk menjaga situs tetap “asli” justru membatasi aktivitas mereka. Mereka tak lagi bebas memelihara hewan, bercocok tanam, atau menjalankan kehidupan yang biasa mereka lakukan di masa lalu. Sementara itu, wisatawan yang datang kerap tidak menghormati batasan privasi, seperti masuk ke halaman rumah atau mengambil foto tanpa izin. Anton Sabucha, warga tertua desa berusia 67 tahun, menyatakan bahwa UNESCO hanya menjaga bangunan fisik dan “melupakan” kebutuhan penduduk yang hidup di sana. Ia bahkan memasang tanda larangan dan penghalang properti pribadi, tetapi upaya itu sering diabaikan.
Pakar warisan budaya setempat mengakui bahwa status UNESCO membawa prestise, tetapi juga menimbulkan tantangan serius: kehilangan privasi, kenaikan jumlah wisatawan, dan perubahan rumah tinggal menjadi tempat wisata bukan sebagai rumah keluarga. Hal ini membuat desa yang dulu hidup, kini terasa seperti museum terbuka yang “kosong dan mati”. Permohonan untuk mencabut status Warisan Dunia ini masih memerlukan keputusan formal dari pemerintah Slovakia dan UNESCO, langkah yang sangat jarang terjadi dan penuh pertimbangan politik serta budaya.





