Awal Lebaran, Kebiasaan Ini Picu Lonjakan IGD - Megasuara.com
Life  

Awal Lebaran, Kebiasaan Ini Picu Lonjakan IGD

lebaran masuk igd

Megasuara.com – Jakarta, Momen Lebaran selalu menghadirkan kebahagiaan melalui silaturahmi dan sajian kuliner khas yang menggugah selera. Namun di balik suasana hangat tersebut, tenaga medis justru mencatat peningkatan kasus pasien yang harus mendapat penanganan darurat pada minggu pertama setelah hari raya.

Dokter mengungkap sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat saat Lebaran justru memicu gangguan kesehatan serius. Pola makan yang berubah drastis menjadi salah satu faktor utama. Banyak orang langsung mengonsumsi makanan tinggi lemak, santan, dan gula dalam jumlah besar setelah sebulan berpuasa. Kondisi ini membuat tubuh “kaget” dan memicu gangguan pencernaan hingga lonjakan kadar gula darah.

Selain itu, aktivitas silaturahmi yang padat juga berkontribusi terhadap penurunan kondisi fisik. Mobilitas tinggi dari satu rumah ke rumah lain membuat tubuh kelelahan, sementara waktu istirahat sering terabaikan. Situasi tersebut membuka peluang munculnya penyakit, mulai dari flu hingga kelelahan ekstrem.

Dokter juga menyoroti tingginya risiko penularan penyakit selama momen kumpul keluarga. Interaksi dalam jumlah besar mempercepat penyebaran virus, terutama jika terdapat individu yang sudah lebih dulu mengalami gejala. Kondisi ini sering berujung pada meningkatnya kasus batuk, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan.

Tidak hanya itu, kebiasaan mengabaikan sinyal tubuh turut memperburuk keadaan. Banyak orang tetap memaksakan diri beraktivitas meski sudah merasa tidak enak badan. Akibatnya, kondisi ringan dapat berkembang menjadi lebih serius hingga memerlukan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Perubahan ritme hidup secara mendadak juga menjadi pemicu lain. Selama Ramadan, tubuh terbiasa dengan pola makan dan tidur tertentu. Ketika Lebaran tiba, kebiasaan tersebut berubah secara drastis. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi, namun sebagian orang tidak memberi kesempatan itu, sehingga muncul berbagai gangguan kesehatan.

Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat agar tetap menjaga pola hidup seimbang selama masa Lebaran. Mengontrol porsi makan, menjaga hidrasi, serta mengatur waktu istirahat menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah risiko penyakit. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tetap waspada terhadap gejala awal penyakit dan segera memeriksakan diri jika kondisi tidak membaik.

Dengan kesadaran yang lebih baik, masyarakat tetap dapat menikmati momen Lebaran tanpa harus menghadapi risiko kesehatan yang berujung pada penanganan darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *