Megasuara.com – Jakarta, Fenomena sejumlah perempuan yang merasa waktu menstruasinya bertepatan dengan teman serumah atau orang terdekat kembali menjadi topik perbincangan. Sebagian orang menilai hal tersebut sebagai bentuk keselarasan biologis. Namun, para pakar menilai kenyataannya tidak sesederhana anggapan bahwa tubuh perempuan saling terhubung dalam satu irama haid.
Anggapan bahwa siklus menstruasi dapat menyatu hanya karena sering menghabiskan waktu bersama dinilai tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat. Seorang konsultan obstetri dan ginekologi asal India menjelaskan bahwa kedekatan fisik maupun emosional tidak menyebabkan tubuh perempuan secara alami menyelaraskan siklus menstruasinya.
Mengapa Waktu Haid Bisa Terlihat Sama?
Perbedaan durasi siklus menstruasi antarperempuan merupakan hal yang wajar dan dapat berubah dari bulan ke bulan. Ketika dua siklus yang berbeda kebetulan mendekati waktu yang sama, kondisi tersebut dapat menimbulkan kesan seolah menstruasi terjadi bersamaan. Padahal, hal ini lebih disebabkan oleh kebetulan secara statistik, bukan proses sinkronisasi biologis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsep “menstrual synchrony” belum didukung bukti ilmiah yang meyakinkan dan kerap dikaitkan dengan bias ingatan atau cara manusia menafsirkan pengalaman.
Di samping itu, lingkungan dan pola hidup yang serupa turut memengaruhi keseimbangan hormon. Kebiasaan tidur, tingkat stres, aktivitas fisik, hingga rutinitas harian yang mirip pada orang-orang yang sering berinteraksi dapat menciptakan kesan bahwa siklus menstruasi mereka berjalan beriringan.





