Tokoh masyarakat setempat menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting tentang kondisi sosial masyarakat rentan di perkotaan. Banyak keluarga datang ke daerah baru dengan harapan memperbaiki kehidupan, namun sebagian justru menghadapi penipuan dan kesulitan ekonomi. Warga desa mengaku tidak tega membiarkan jasad anak itu terbengkalai di pinggir jalan. Mereka memilih bergotong royong agar korban tetap mendapatkan penghormatan terakhir secara layak. Sikap solidaritas itu kemudian mendapat perhatian luas di media sosial.
Unggahan mengenai surat titipan di samping jasad korban menyebar cepat di berbagai platform digital. Banyak pengguna media sosial menyampaikan rasa sedih sekaligus kemarahan terhadap dugaan penelantaran keluarga miskin di kota besar. Sejumlah akun juga mengajak masyarakat membantu polisi mencari keberadaan orang tua korban. Beberapa warga Lampung bahkan menawarkan bantuan makanan dan tempat tinggal apabila keluarga korban berhasil ditemukan. Reaksi publik terus berkembang seiring munculnya informasi baru dari aparat kepolisian.





