Megasuara.com – Papua Selatan, Sebuah kebakaran besar terjadi di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, padapagi hari Kamis (29/1/2026) yang menghanguskan sejumlah bangunan penting, termasuk perumahan pegawai dan kantor pemerintahan lokal. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik atau korsleting yang terjadi dini hari sebelum api dengan cepat membesar dan merambat.
Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, menjelaskan bahwa insiden bermula saat salah seorang saksi, Maxi Ndun (46), yang terbangun karena suara ledakan dari sebuah bangunan tempat rekan kerjanya tinggal. Api terlihat masih kecil namun langsung berkembang cepat sehingga saksi berusaha menyelamatkan diri dan membangunkan penghuni lain di sekitar lokasi.
Menurut keterangan saksi lain, Pratu Kubelius Woppi, yang tinggal berhadap-hadapan dengan lokasi kejadian, sekitar pukul 04.50 WIT terdengar suara panggilan minta tolong. Woppi segera keluar dan menyaksikan api telah menjalar dengan cepat. Karena kondisi terus memburuk, saksi kemudian melaporkan kejadian kepada petugas PLN setempat untuk memutus aliran listrik agar mencegah potensi bahaya yang lebih besar.
Personel TNI-Polri bersama warga sekitar bergotong royong berusaha memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, termasuk mesin pompa air (Alkon), hingga akhirnya api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.40 WIT. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai ± Rp 1,3 miliar akibat hangusnya beberapa bangunan penting di Distrik Atsj.
Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik bukanlah kasus pertama yang terjadi di Indonesia. Berbagai peristiwa serupa menunjukkan bahwa hubungan arus pendek pada instalasi listrik sering menjadi penyebab kebakaran rumah, tempat usaha, bahkan kantor pemerintahan. Insiden semacam ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik dan penerapan standar keselamatan yang benar di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum.
Upaya Tanggap dan Pencegahan
Warga dan aparat setempat diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan hubungan arus pendek listrik, terutama di area dengan instalasi listrik yang sudah menua atau belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah-langkah preventif seperti pemeriksaan kabel, penggunaan peralatan listrik yang layak, dan pemasangan alat deteksi dini kebakaran dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.





