Kemenkes Perkuat Skrining Mata Gratis - Megasuara.com

Kemenkes Perkuat Skrining Mata Gratis

Megasuara.com – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat layanan kesehatan mata di seluruh tanah air. Upaya ini dilaksanakan melalui pengintegrasian skrining mata dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini kini menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk menekan angka gangguan penglihatan yang masih tinggi.

Acara pembukaan program terbaru ini berlangsung di Jakarta pada awal pekan ini. Pemerintah menghadirkan berbagai pihak dari organisasi internasional dan mitra swasta untuk memaksimalkan jangkauan layanan. Tujuan utama kegiatan adalah memastikan layanan pemeriksaan mata bisa diakses oleh masyarakat tanpa hambatan biaya.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes menyatakan bahwa deteksi gangguan penglihatan perlu dilakukan sedini mungkin. Target tahun ini adalah untuk menjangkau sekitar 140 juta masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia. Langkah ini menjadi respon terhadap data yang menunjukkan bahwa masih banyak anak dan orang dewasa mengalami gangguan penglihatan yang belum ditangani.

Data yang dirilis Kemenkes menunjukkan bahwa sepanjang tahun sebelumnya program skrining mata telah menyentuh puluhan juta penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 17 persen ditemukan memiliki masalah penglihatan. Temuan ini menjadi dasar pentingnya perluasan layanan agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.

Masih terdapat sekitar 3,6 juta anak Indonesia yang memiliki kelainan refraksi namun belum menggunakan kacamata atau belum ditangani. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan anak dan mengurangi kemampuan belajar. Pemerintah menilai ini sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

Program ini mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global yang bertujuan mengeliminasi gangguan penglihatan yang dapat dicegah atau dikoreksi. WHO menyambut baik komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan skrining mata yang lebih luas.

Selain dukungan dari WHO, lembaga swasta juga ikut andil. Salah satunya adalah OneSight EssilorLuxottica Foundation, yang siap bermitra untuk melatih tenaga kesehatan agar mampu melakukan pemeriksaan dasar penglihatan. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas layanan di fasilitas kesehatan primer.

Pemerintah berencana membawa layanan skrining ini hingga wilayah terpencil. Penyediaan pusat layanan pasien di daerah kepulauan menjadi bagian dari strategi untuk memastikan pemerataan akses. Hal ini bertujuan agar masyarakat di semua daerah bisa mendapatkan deteksi dini gangguan penglihatan.

Upaya perluasan layanan kesehatan mata ini juga merupakan bagian dari target jangka panjang. Pemerintah berharap agar kelainan mata yang dapat dicegah bisa diminimalisir secara signifikan di masa depan. Dengan pendekatan skrining yang terintegrasi, diharapkan kualitas kesehatan mata masyarakat dapat terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *