Pemprov DKI Siaga Tekan Harga Minyak dan Cabai - Megasuara.com

Pemprov DKI Siaga Tekan Harga Minyak dan Cabai

GAMBAR ILUSTRASI

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dua komoditas utama yang mendapatkan perhatian khusus adalah minyak goreng dan cabai. Dua komoditas itu kerap mengalami lonjakan harga sebelum momen besar keagamaan, termasuk saat Ramadan dan Idul Fitri.

Pramono mengajak semua pihak untuk bersiap sejak dini. Menurutnya, lonjakan harga tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat. Hal itu juga berpotensi memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern. Beberapa minggu terakhir, pedagang telah melaporkan sedikit kenaikan harga cabai di beberapa pasar wilayah Jabodetabek. Pemerintah pusat dan daerah lain juga mencatat fenomena serupa.

Langkah awal yang diambil Pemprov DKI adalah memperketat pemantauan harga di pasar melalui sistem peringatan dini. Data harian dari pasar-pasar tradisional direkam untuk melihat pergerakan harga komoditas strategis. Jika terjadi lonjakan signifikan, Pemprov akan melakukan intervensi melalui operasi pasar murah. Pramono menegaskan bahwa operasi pasar tetap menjadi pilihan ketika harga komoditas melampaui batas wajar.

Selain pemantauan harga, pemerintah daerah menyiapkan antisipasi lain dengan memastikan ketersediaan stok. Menurut laporan terbaru, stok beras, daging, dan LPG tabung 3 kilogram di Jakarta tergolong aman untuk menghadapi Ramadan dan perayaan Idul Fitri nanti. Langkah ini diharap dapat meredam gejolak harga yang sering terjadi di periode serupa sebelum.

Pemprov DKI juga mendorong program penanaman cabai di area urban farming Jakarta. Walaupun lahan terbatas, penanaman tanaman pangan di sudut-sudut kota ditingkatkan sebagai upaya jangka panjang untuk membantu stabilisasi harga. Program ini telah melibatkan kelompok masyarakat hingga pelaku UMKM.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk menghindari pembelian berlebihan menjelang Ramadan. Pramono menjelaskan bahwa pembelian besar-besaran tanpa kebutuhan mendesak justru memicu tekanan permintaan yang berujung pada kenaikan harga pasar. Sebagai tambahan, pemerintah mengajak pelaku usaha dan distributor untuk transparan dalam menyampaikan informasi pasokan dan harga komoditas pokok di berbagai titik pasar.

Pramono menyatakan bahwa langkah pencegahan ini penting dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan aman tanpa terganggu tekanan inflasi pada harga pangan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah menjaga kestabilan harga secara berkala di pasar tradisional sehingga situasi tetap terkendali menjelang Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *