Megasuara.com – Jakarta, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengambil langkah cepat setelah insiden penyiraman air keras terhadap seorang aktivis hak asasi manusia mengguncang publik. Aparat membuka posko pengaduan khusus untuk menampung informasi dari masyarakat yang dapat membantu pengungkapan kasus tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam memburu pelaku sekaligus mengumpulkan bukti tambahan dari berbagai sumber. Posko pengaduan tersebut berdiri di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan mulai beroperasi untuk menerima laporan langsung dari masyarakat.
Kepolisian mendorong warga yang mengetahui kejadian atau memiliki informasi terkait pelaku agar segera melapor. Selain layanan tatap muka di posko, aparat juga membuka jalur pelaporan melalui call center 110 serta nomor hotline khusus yang dapat dihubungi kapan saja. Sistem ini bertujuan mempercepat pengumpulan data sekaligus memperluas partisipasi publik dalam proses penyelidikan.
Kasus ini bermula dari serangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa terjadi pada Kamis malam di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekati korban, lalu menyiramkan cairan berbahaya sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, serta tangan. Setelah kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis, sementara polisi mengamankan lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti.
Polda Metro Jaya menempatkan kasus ini sebagai prioritas penyelidikan. Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum turun langsung melakukan penyidikan. Aparat memanfaatkan pendekatan scientific crime investigation atau metode investigasi berbasis sains kriminal guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Selain mengumpulkan bukti di lokasi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian. Polisi menelusuri rekaman kamera pengawas di beberapa titik untuk melacak pergerakan pelaku sebelum dan sesudah serangan. Proses ini diharapkan membantu penyidik memetakan kronologi serta jaringan yang mungkin terlibat dalam aksi tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara ini. Ia meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi karena kepolisian menjamin perlindungan bagi setiap pelapor yang membantu proses penyelidikan.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM kembali memicu kekhawatiran terkait keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. Banyak pihak berharap aparat segera menangkap pelaku dan mengungkap pihak yang berada di balik serangan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Rombongan jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase awal ibadah di Tanah Suci….

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia mulai merancang langkah besar di bidang antariksa. Rencana ini muncul…

Megasuara.com – Jakarta, DPRD DKI Jakarta mempercepat program bank sampah untuk menekan beban TPST Bantargebang….

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap kedaulatan wilayah udara nasional. Penegasan ini…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan elpiji nonsubsidi tetap aman. Kepastian ini…
