Dalam arahannya, Prabowo meminta para peserta menjaga loyalitas kepada negara dan rakyat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa BUMN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurut Prabowo, pemimpin perusahaan negara harus bekerja dengan mental pengabdian, bukan sekadar mengejar jabatan atau keuntungan pribadi. Ia juga mendorong peserta untuk terus belajar dan membangun kemampuan berpikir strategis agar mampu menghadapi perubahan dunia yang bergerak sangat cepat.
Prabowo juga menyoroti pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan perusahaan negara. Pemerintah ingin setiap BUMN menjalankan bisnis secara sehat, profesional, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, pemerintah menempatkan integritas sebagai syarat utama dalam proses pembentukan calon pemimpin BUMN. Para peserta terlihat menyimak arahan tersebut dengan serius sepanjang sesi berlangsung. Sejumlah peserta bahkan mengaku termotivasi untuk membawa perubahan positif di lingkungan kerja mereka setelah mengikuti pembekalan tersebut.




