Megasuara.com – Jakarta, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Majelis Kaum Betawi di Masjid Tangkuban Parahu, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan tekad kuat agar Jakarta benar-benar memiliki jiwa dan roh Betawi dalam berbagai sisi kehidupan, baik dalam bidang budaya, sosial, maupun tata kelola pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Pramono menegaskan bahwa Jakarta tidak cukup berkembang sebagai kota modern dengan infrastruktur megah dan pertumbuhan ekonomi tinggi. Ia menginginkan Jakarta juga berdiri kokoh dengan identitas budaya lokal yang jelas dan membumi. Baginya, jiwa Betawi harus terasa dalam ruang publik, dalam aktivitas warga, hingga dalam kebijakan pemerintah daerah.
Pramono menjelaskan bahwa unsur budaya Betawi mulai tampak dalam sejumlah agenda resmi di Balai Kota. Ia mencontohkan penggunaan busana adat seperti ujung serong, kebaya Betawi, serta kebaya Encim dalam berbagai acara seremonial dan kegiatan adat. Kehadiran simbol-simbol tersebut, menurutnya, menjadi langkah konkret untuk menampilkan karakter khas Jakarta sebagai kota yang berakar pada budaya Betawi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelestarian kebetawian tidak boleh berhenti pada aturan tertulis atau sekadar jargon. Nilai dan tradisi Betawi, tegasnya, harus diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Ia memandang langkah tersebut penting agar warga Jakarta benar-benar merasakan kontribusi budaya lokal dalam proses pembangunan dan kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Pramono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta mengembangkan budaya Betawi sebagai identitas utama ibu kota. Ia meyakini bahwa ketika Jakarta berjiwa Betawi, kehidupan sosial akan semakin berwarna dan pembangunan kota akan berjalan dengan fondasi kearifan lokal yang kuat.
Kegiatan buka puasa bersama itu berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat serta pengurus organisasi Betawi. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum mempererat komitmen antara pemerintah daerah dan komunitas lokal dalam memperkuat peran budaya Betawi.
Selain menyoroti pentingnya jiwa Betawi, Pramono turut memaparkan rencana penyelenggaraan beragam agenda kebudayaan ke depan. Ia berencana mengadakan haul ulama Betawi setiap tahun di Monumen Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjalanan sejarah dan perkembangan budaya Betawi di Jakarta.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Dukungan terhadap penguatan riset nasional kembali menguat setelah kalangan legislatif memberikan apresiasi…

Megasuara.com – Jakarta, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis…

Megasuara.com – Jakarta, Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah kembali menjadi perhatian publik setelah muncul…

Megasuara.com – Jakarta, Aktivitas masyarakat di kawasan Salemba Raya, Jakarta Pusat, kembali berjalan normal setelah…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah kembali memberikan penjelasan terkait gangguan kelistrikan yang sempat muncul di sejumlah…
