Megasuara.com – Cilegon, Arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan di Kota Cilegon, Banten, diperkirakan mencapai puncak pada 18 hingga 19 Maret 2026. Pihak operator penyeberangan dan pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kelancaran pergerakan penumpang serta kendaraan menuju Pulau Sumatra.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, memproyeksikan peningkatan jumlah pemudik pada periode tersebut. Ia menyebutkan lonjakan volume penumpang dan kendaraan dapat mencapai sekitar lima persen dibandingkan periode sebelumnya. Perkiraan tersebut muncul setelah pihak operator mengamati tren peningkatan perjalanan masyarakat menjelang libur Lebaran tahun ini.
Pelabuhan Merak selama ini berfungsi sebagai pintu utama mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatra. Setiap hari kapal feri menghubungkan pelabuhan tersebut dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung melalui jalur penyeberangan Selat Sunda. Jalur ini menjadi salah satu rute transportasi paling sibuk di Indonesia, terutama saat musim mudik Idulfitri.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola pelabuhan menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan. Petugas menata alur kendaraan menuju dermaga agar antrean tidak menumpuk di satu titik. Selain itu, pihak operator kapal juga menyiapkan jadwal pelayaran yang lebih intensif agar proses penyeberangan berlangsung lebih cepat.
Pemerintah daerah bersama kepolisian turut melakukan pengawasan di sejumlah jalur menuju pelabuhan. Aparat mengatur arus kendaraan dari jalan tol maupun jalur arteri menuju kawasan pelabuhan supaya distribusi kendaraan lebih merata sepanjang hari.
Pelabuhan Ciwandan juga mendapat peran penting dalam mendukung kelancaran mudik tahun ini. Otoritas pelabuhan mengarahkan sebagian kendaraan, terutama sepeda motor dan angkutan logistik tertentu, untuk menggunakan fasilitas tersebut. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan di Pelabuhan Merak yang selama ini menampung sebagian besar arus kendaraan.
Sejumlah fasilitas pendukung juga mulai disiapkan. Pengelola menyediakan area parkir tambahan, jalur antrean khusus kendaraan, serta pos layanan informasi bagi para pemudik. Petugas kesehatan dan tim keselamatan juga bersiaga untuk membantu penumpang yang membutuhkan layanan darurat selama perjalanan.
Selain itu, pemerintah mendorong masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal. Pemudik yang memilih waktu keberangkatan berbeda dari puncak arus diharapkan dapat mengurangi risiko kemacetan panjang di sekitar pelabuhan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah dan operator transportasi menargetkan perjalanan mudik melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Lonjakan pemudik pada pertengahan Maret pun diharapkan tetap dapat terkelola dengan baik sehingga proses penyeberangan berjalan lancar hingga akhir masa libur Lebaran.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Sebuah insiden tak terduga terjadi di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, ketika sebuah…

Megasuara.com – Jakarta, Setelah lebih dari setengah abad menyimpan beban sejarah yang melekat pada nama…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyiapkan sejumlah langkah pengaturan arus…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah terus mempercepat berbagai program strategis di sektor pangan dan hilirisasi industri…

Megasuara.com – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat dalam menjaga integritas pemerintahan setelah muncul…
