Megasuara.com – Jakarta, Dunia politik dan publik Indonesia berduka setelah kabar meninggalnya Karmia Krissanty Tandjung Nasution, putri dari salah satu tokoh senior partai Golkar, Akbar Tanjung, pada Rabu pagi, 11 Maret 2026. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh keluarga melalui unggahan resmi di media sosial milik Akbar Tanjung.
Menurut pengumuman keluarga, Karmia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 08.58 WIB di Jakarta. Kepergiannya disambut dengan rasa kehilangan yang dalam oleh keluarga dan sahabat. Jenazah almarhumah segera disemayamkan di rumah duka yang terletak di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sebelum kemudian dimakamkan pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir.
Keluarga besar mengajak masyarakat untuk mendoakan agar amal ibadah Karmia diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan agar segala kesalahan serta khilaf almarhumah dimaafkan. Permohonan doa dan dukungan juga disampaikan oleh jajaran pimpinan dan anggota Partai Golkar melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial partai.
Beberapa laporan media menyebutkan bahwa Karmia telah berjuang melawan penyakit kanker payudara dalam beberapa waktu terakhir, dan perjuangan tersebut merupakan bagian besar dari hidupnya sebelum akhirnya ia tutup usia. Namun, hingga kini pihak keluarga belum secara resmi mengumumkan detail medis terakhir terkait kondisi kesehatan almarhumah.
Berbeda dengan keaktifan ayahnya yang dikenal luas dalam ranah politik nasional, Karmia memilih untuk menjalani kehidupan yang relatif privat dan jarang tampil di publik. Ia dikenal menekuni bidang keuangan dan bisnis, setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari luar negeri. Sepanjang kariernya, ia sempat bekerja di berbagai perusahaan keuangan dan investasi sebelum fokus pada kehidupan keluarga.
Dalam kehidupan pribadinya, Karmia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Kehidupan keluarga menjadi salah satu hal yang paling penting baginya, dan unggahan media sosial pribadi menunjukkan hangatnya hubungan dengan suami dan kedua anaknya.
Ungkapan duka tidak hanya datang dari keluarga dan partai tempat sang ayah bernaung, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat yang menyampaikan simpati melalui media sosial. Unggahan-unggahan tersebut memintakan doa terbaik untuk almarhumah serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kematian Karmia Krissanty Tandjung Nasution menjadi pengingat akan rapuhnya kehidupan dan pentingnya cinta keluarga, terutama bagi mereka yang berjuang melawan penyakit serius seperti kanker. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi masa duka ini.





