Rusia Siaga Setelah New START Habis - Megasuara.com

Rusia Siaga Setelah New START Habis

ilustrasi gambar rusia as

Megasuara.com – Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan negaranya akan mengamati secara cermat tindakan Amerika Serikat setelah berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START. Perjanjian itu resmi berakhir pada awal Februari dan meninggalkan kekosongan dalam aturan yang selama ini membatasi jumlah senjata nuklir strategis kedua negara superpower tersebut.

Lavrov menekankan Rusia tidak berniat menjadi pihak yang memicu peningkatan ketegangan atau eskalasi konflik. Ia mengatakan tindakan kedua negara dan reaksi global akan mendapat pengawasan intensif dari Moskow di tengah periode baru hubungan strategis antara kedua negara.

Berakhirnya New START membuka babak baru dalam perlombaan senjata
Perjanjian New START, yang ditandatangani pada tahun 2010 dan diperpanjang hingga 2026, selama ini membatasi jumlah hulu ledak strategis yang dapat disiagakan oleh Amerika Serikat dan Rusia. Tanpa perjanjian itu, tidak lagi ada aturan yang secara resmi membatasi persenjataan nuklir kedua negara.

Berakhirnya traktat ini mendapat sorotan luas dunia. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebutnya sebagai “momen genting” dengan risiko penggunaan senjata nuklir yang meningkat secara signifikan karena tidak ada lagi batasan ketat terhadap arsenal nuklir kedua negara.

AS dan Rusia tengah menjajaki dialog baru
Di tengah ketegangan, Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk memulai kembali dialog militer tingkat tinggi yang sempat terhenti beberapa tahun lalu. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menjaga saluran komunikasi tetap terbuka meski perjanjian nuklir telah berakhir.

Namun, Lavrov juga menyampaikan bahwa masa depan pengendalian senjata global yang melibatkan banyak negara akan sulit dibayangkan tanpa mempertimbangkan kekuatan militer sekutu utama AS, seperti Inggris dan Prancis. Ia menyatakan, jika Amerika Serikat ingin memasukkan China dalam kerangka perjanjian baru, hal itu dapat mengarahkan fokus perundingan ke arah yang berbeda.

Potensi dampak dan kekhawatiran global
Pakar dan diplomat di berbagai belahan dunia mengkhawatirkan bahwa hilangnya batasan formal dapat memacu perlombaan senjata, memicu ketidakpastian, dan meningkatkan risiko konflik. Beberapa negara menyerukan perlunya kesepakatan pengendalian senjata baru yang lebih inklusif dan efektif untuk mengurangi ancaman global.

Situasi ini menandai periode transisi penting bagi hubungan strategis AS–Rusia dan masa depan kebijakan nuklir internasional, di mana para pemimpin dunia diperkirakan akan terus berupaya menemukan kerangka kerja baru untuk menjaga stabilitas global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *