Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah memastikan stok beras nasional tetap aman di tengah gejolak global. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan hal itu saat meninjau gudang Bulog di Makassar. Ia melihat langsung kondisi penyimpanan dan distribusi beras nasional. Pemerintah mencatat stok cadangan beras mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.
Amran menjelaskan peningkatan stok terjadi karena kebijakan strategis pemerintah. Pemerintah menaikkan harga pembelian gabah untuk petani secara signifikan. Kebijakan itu mendorong petani meningkatkan produksi secara cepat. Selain itu, pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Langkah tersebut membantu petani mengurangi biaya produksi mereka. Transformasi pertanian modern juga mempercepat peningkatan hasil panen.
Ia menyebut program prioritas pemerintah berjalan efektif dalam waktu singkat. Produksi beras meningkat hanya dalam satu tahun terakhir. Pemerintah juga memperkuat sistem distribusi dan penyerapan hasil panen. Bulog menyerap hasil petani untuk menjaga stabilitas harga. Kebijakan ini menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan nasional. Dengan strategi tersebut, stok terus bertambah secara konsisten.
Lonjakan stok membuat kapasitas gudang nasional tidak lagi mencukupi. Pemerintah kini menyewa tambahan gudang untuk menampung beras. Kapasitas gudang awal hanya sekitar 3 juta ton. Pemerintah telah menambah ruang hingga 2 juta ton melalui sewa. Amran memperkirakan stok bisa menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Ia bahkan membuka peluang stok mencapai 6 juta ton dalam beberapa bulan.
Peningkatan stok juga terlihat di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan. Daerah tersebut mencatat kenaikan stok lebih dari dua kali lipat. Angka stok mencapai ratusan ribu ton dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan distribusi pangan berjalan lebih merata. Pemerintah terus memantau kondisi tersebut secara langsung di lapangan. Amran meminta publik percaya pada data yang telah diverifikasi.
Di tengah konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global, Indonesia tetap menjaga ketahanan pangan. Pemerintah memanfaatkan momentum produksi untuk memperkuat cadangan nasional. Selain stok di gudang, pemerintah juga menghitung potensi panen yang sedang berlangsung. Dengan perhitungan tersebut, ketersediaan pangan dinilai aman hingga 11 bulan ke depan. Pemerintah optimistis mampu menghadapi risiko global maupun perubahan iklim.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, DPRD DKI Jakarta mempercepat program bank sampah untuk menekan beban TPST Bantargebang….

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap kedaulatan wilayah udara nasional. Penegasan ini…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan elpiji nonsubsidi tetap aman. Kepastian ini…

Megasuara.com – Jakarta, Indonesia terus mempercepat langkah strategis menuju keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and…

Megasuara.com – Jakarta, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak menerima gugatan terkait pernyataan Fadli Zon…
