Megasuara.com – Solo, Sejumlah warga di wilayah Mojosongo, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Jebres, Kota Solo kembali menyampaikan keluhan serius atas aroma sampah yang tercium sangat menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Warga menilai bau tersebut sudah mengganggu kenyamanan dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar.
Menurut keterangan warga setempat, bau menyengat tersebut semakin terasa pada pagi dan sore hari. Pantauan di sekitar lokasi TPA menunjukkan tumpukan sampah yang cukup tinggi dan menyebar hingga area pemukiman. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa kondisi ini membuat keluarga dan anak-anaknya sulit beraktivitas di luar rumah tanpa menutup hidung.
Keluhan warga juga mencerminkan kekecewaan terhadap penanganan sampah di Putri Cempo yang selama ini dinilai belum efektif. Sampah yang menumpuk dan tidak tertangani dengan cepat diduga menjadi sumber utama aroma tidak sedap tersebut. Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan agar bau ini tidak semakin parah dan mengganggu kualitas lingkungan sekitar.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo sebelumnya pernah mencatat adanya antrean kendaraan pengangkut sampah di lokasi TPA yang mencapai panjang sekitar dua kilometer. Antrean ini disebabkan oleh kerusakan beberapa alat berat di TPA, sehingga proses pembuangan sampah menjadi kurang lancar. DLH mengatakan akan melakukan penjadwalan armada agar tumpukan sampah dapat terkelola lebih baik.
Permasalahan TPA Putri Cempo menjadi sorotan publik bukan kali ini saja. Di beberapa kesempatan sebelumnya, kondisi TPA ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kota Solo yang meminta pengelolaan sampah lebih optimal dan mendesak pemerintah melakukan perbaikan agar dampak lingkungan dapat diminimalisir.
Pengelolaan sampah di Solo sendiri menjadi tantangan besar karena tingginya volume sampah yang masuk ke Putri Cempo setiap hari. Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di lokasi ini yang sebelumnya ditargetkan dapat mengolah dan mengurangi tumpukan sampah pun belum sepenuhnya menyelesaikan masalah bau dan penumpukan.
Warga berharap langkah nyata cepat dilakukan oleh pemerintah kota, agar aktivitas harian kembali normal dan kualitas lingkungan di sekitar TPA Putri Cempo tetap terjaga.





