Megasuara.com – Jakarta, Perubahan warna urine dapat menjadi sinyal penting yang menunjukkan adanya gangguan pada sistem kemih. Warna urine yang berbeda dari normal harus diperhatikan secara serius, karena bisa menunjukkan infeksi atau kondisi medis lainnya.
Dokter spesialis urologi menyatakan bahwa urine sehat biasanya berwarna kuning pucat. Urine yang keruh, gelap, merah, atau bahkan tampak berbusa dapat menandakan adanya masalah pada saluran kemih atau ginjal. Warna yang tidak biasa itu sering kali berhubungan dengan bakteri yang berkembang dalam sistem kemih dan menyebabkan infeksi.
Menurut data klinis, infeksi saluran kemih (ISK) sering kali dimulai di bagian bawah saluran kemih, yakni uretra dan kandung kemih. Gejala awal umumnya meliputi rasa nyeri atau perih saat berkemih, sering ingin buang air kecil meski hanya sedikit urin yang keluar, serta adanya perubahan warna urine.
Selain perubahan warna, urine yang berbau bahkan menyengat juga bisa menjadi tanda infeksi. Ketika bakteri berkembang biak, jumlah sel darah putih meningkat untuk melawan infeksi, sehingga urine menjadi keruh dan berbau tidak biasa. Tidak hanya itu, darah terkadang terlihat di dalam urine, memberikan rona merah atau pink.
ISK yang tidak tertangani sejak dini berisiko menyebar ke bagian atas saluran kemih dan mencapai ginjal. Jika kondisi ini terjadi, maka gejala akan semakin berat, termasuk demam tinggi, menggigil, serta nyeri di pinggang. Tingkat keparahan seperti ini memerlukan penanganan medis segera agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius seperti sepsis.
Selain itu, perubahan warna urine juga bisa dipengaruhi oleh makanan, obat-obatan, atau kurangnya asupan cairan. Misalnya, konsumsi bit atau obat tertentu dapat membuat urine tampak merah atau orange tanpa adanya infeksi. Namun, jika perubahan warna disertai gejala seperti nyeri atau demam, segera konsultasikan ke dokter.
Ahli kesehatan menekankan pentingnya untuk pemeriksaan sejak awal untuk memastikan penyebab perubahan warna urine. Deteksi dini dapat mencegah terjadinya infeksi berkembang dan menimbulkan risiko lebih besar bagi fungsi ginjal maupun kesehatan umum.





