Megasuara.com – Jakarta, Badan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan terobosan baru berupa pengembangan xanthan gum untuk mendukung sektor energi nasional. Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi minyak dan gas. Selain itu, langkah ini menjadi strategi penting guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor yang selama ini masih mendominasi industri migas.
Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa pemanfaatan hasil riset sangat krusial dalam mendorong kemajuan industri nasional. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum BRIN Goes To Industry yang berlangsung di Jakarta. Menurutnya, kebutuhan energi dalam negeri harus didukung oleh inovasi berbasis riset lokal. Ia juga menegaskan bahwa pengurangan ketergantungan impor harus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Saat ini, konsumsi minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Tingginya angka tersebut menuntut peningkatan efisiensi di setiap tahapan produksi energi. Menanggapi hal itu, BRIN mengembangkan xanthan gum sebagai solusi teknis yang aplikatif. Bahan ini berfungsi sebagai pengental sekaligus pengatur viskositas fluida, sehingga mampu menjaga stabilitas selama proses pengeboran berlangsung.
Tim peneliti BRIN telah berhasil menguasai teknologi produksi xanthan gum secara mandiri. Mereka terus mendorong agar hasil riset tersebut dapat masuk ke tahap hilirisasi industri. Upaya ini dilakukan agar inovasi tidak berhenti pada skala laboratorium saja, melainkan dapat memberikan dampak nyata bagi sektor industri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pelaku industri menjadi fokus utama yang sedang diperkuat.
Dalam praktiknya, xanthan gum memiliki peran penting dalam kegiatan pengeboran minyak. Bahan ini mampu mencegah terjadinya penyumbatan pada pipa serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, sifat reologi yang stabil membuatnya mudah diaplikasikan dalam berbagai kondisi lapangan. Produk ini juga tersedia dalam bentuk bubuk yang relatif aman dan praktis digunakan.
BRIN melihat potensi besar dari pengembangan dan hilirisasi xanthan gum ini. Industri energi nasional membutuhkan pasokan bahan yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Kehadiran produk lokal ini diyakini dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri sekaligus menekan biaya produksi melalui substitusi impor. Dengan demikian, daya saing industri energi Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
Ke depan, BRIN berencana memperluas kerja sama dengan berbagai sektor industri guna memastikan produksi xanthan gum dapat dilakukan secara massal. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis riset dan inovasi dalam negeri.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah kendala dalam pemenuhan standar…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah menerima dorongan kuat untuk memperluas kebijakan efisiensi energi nasional. Masyarakat Transportasi…

Megasuara.com – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu. Tekanan datang…

Megasuara.com – Papua, Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang wilayah Puncak, Papua Tengah. Kelompok bersenjata yang…

Megasuara.com – Jakarta, Perdebatan terkait kebijakan baru mengenai usia pensiun di lingkungan TNI kembali mengemuka…
