Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 32 Warga - Megasuara.com

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 32 Warga

A Palestinian girl inspects the rubble of a building after an Israeli strike in Beit Lahia, in the northern Gaza Strip, on October 29, 2024, amid the ongoing war in the Palestinian territory between Israel and Hamas. Gaza's civil defence agency said on October 29, that an overnight Israeli air strike killed more than 55 people in a residential building in the northern district of Beit Lahia. (Photo by AFP) (Photo by -/AFP via Getty Images)

Megasuara.com – Jakarta, Sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (31/1). Serangan yang terjadi di berbagai titik, termasuk tenda pengungsian di Khan Younis, mengguncang kawasan yang selama ini sudah menghadapi dampak konflik panjang.

Menurut otoritas setempat, korban tewas dalam serangan ini mencakup perempuan dan anak-anak yang tengah berlindung di kamp sementara. Saksi mata menyebut keluarga-keluarga yang sedang tidur di dalam tenda mereka tersapu ledakan tiba-tiba tanpa peringatan. Sejumlah jenazah kemudian dievakuasi dari reruntuhan dengan bantuan relawan dan petugas pertahanan sipil.

Serangan tersebut berlangsung di tengah upaya gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza pada akhir tahun lalu. Para pejabat dari Jalur Gaza menggambarkan gelombang serangan sebagai “yang paling intens” sejak fase kedua dari perjanjian gencatan senjata mulai diberlakukan beberapa minggu lalu.

Pihak militer Israel menyatakan, serangan udara dilakukan sebagai tanggapan atas dugaan pelanggaran terhadap gencatan senjata oleh kelompok bersenjata. Dalam rilis resmi, Pasukan Pertahanan Israel menyebut telah menargetkan sejumlah fasilitas militan, termasuk jaringan terowongan bawah tanah dan lokasi peluncuran senjata. Israel juga menyatakan delapan komandan militan diidentifikasi saat mereka keluar dari infrastruktur bawah tanah tersebut.

Merespons serangan itu, kelompok bersenjata di Gaza mengecam tindakan militer Israel dan menuduhnya melanggar kesepakatan serta mengancam stabilitas kawasan. Kelompok tersebut meminta tekanan internasional terhadap Israel agar mengakhiri serangan yang disebutnya sebagai “pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata”.

Kejadian ini terjadi saat rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir dijadwalkan berlangsung. Pembukaan penyeberangan itu diharapkan dapat memperlancar bantuan kemanusiaan dan pergerakan warga setelah periode perang yang panjang. Namun ancaman kekerasan seperti yang baru saja terjadi berpotensi mempengaruhi pembicaraan tersebut.

Pemerintah Mesir, yang selama ini menjadi mediator dalam kesepakatan gencatan senjata, mengecam serangan itu dan menyerukan pengekangan oleh semua pihak. Qatar, sebagai penjamin perjanjian, juga menyatakan kecamannya atas penembakan yang menewaskan warga sipil.

Serangan ini menambah deretan insiden berdarah yang dialami warga Gaza setelah lebih dari dua tahun konflik berlangsung. Sementara itu, warga sipil yang selamat kini menghadapi duka mendalam dan tantangan besar untuk pulih di tengah reruntuhan kehidupan yang hancur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *