Pegawai Ritel Dikeroyok OTK Setelah Tabrakan Motor - Megasuara.com

Pegawai Ritel Dikeroyok OTK Setelah Tabrakan Motor

Megasuara.com – Jakarta, Peristiwa kekerasan terhadap pegawai sebuah ritel di kawasan Jalan Ampera Raya, Ragunan, Jakarta Selatan menjadi sorotan masyarakat setelah video kejadian beredar di media sosial. Insiden ini diduga bermula dari kecelakaan lalu lintas yang kemudian memicu konflik antara pihak terkait dan sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Kejadian berlangsung pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah mobil berkelir putih dilaporkan menabrak sepeda motor yang diparkir tepat di depan ritel tempat para korban bekerja. Peristiwa tabrakan tersebut memicu adu mulut antara pengemudi mobil dan sejumlah karyawan yang melihat kejadian.

Awalnya, hubungan antara kedua belah pihak terlihat tenang. Namun, suasana berubah setelah beberapa orang tidak dikenal tiba dengan sebuah mobil hitam. Tanpa basa-basi, mereka dilaporkan turun dan langsung melakukan pemukulan terhadap beberapa pegawai ritel yang sempat terlibat dalam percakapan awal.

Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menyatakan bahwa sekitar tujuh orang pelaku diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam tahap penyelidikan polisi.

“Sampai sekarang, identitas para pelaku belum diketahui. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan,” ujar Murodih kepada wartawan.

Akibat serangan tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka dan harus dirawat secara intensif. Meski demikian, para korban belum bersedia membuat laporan resmi ke polisi. Sebagian dari mereka masih menunggu langkah itikad baik dari pihak pengemudi mobil yang terlibat tabrakan awal untuk menyelesaikan persoalan kerusakan motor secara kekeluargaan.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Pasar Minggu juga telah melakukan pengecekan lokasi kejadian dan mempelajari video viral yang beredar di media sosial. Aparat menghimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyelesaikan sengketa di jalan raya dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib.

Polisi berharap pelaporan resmi dari korban akan mempercepat proses penyelidikan dan penindakan terhadap para pelaku yang melakukan kekerasan tersebut. Hingga berita ini dibuat, belum ada penangkapan yang diumumkan oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *